Wednesday, December 1, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Sarasehan Pokdarwis Awali Festival Desa Wisata 2019

Sarasehan Pokdarwis Awali Festival Desa Wisata 2019

Reporter : Hendra Trisianto
KRUCIL – Gelaran Festival Desa Wisata 2019 pada hari pertama, Jum’at (28/6/2019) malam di villa Pesanggrahan Bermi Kecamatan Krucil sukses terlaksana.

Kunjungan ke rumah susu Krucil dan sarasehan Pokdarwis adalah dua agenda yang menjadi kegiatan utama yang saat itu diikuti oleh sedikitnya 50 orang masyarakat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berasal dari berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo.

Saat itu para penggerak kepariwisataan tingkat desa ini berkesempatan untuk mendapatkan paparan materi tentang pengelolaan potensi wisata yang baik dari berbagai narasumber kompeten. Salah satunya adalah Saiin, salah satu person Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Provinsi Jawa Timur.

Saiin sangat mengapresiasi kemasan kegiatan yang sangat kekinian, begitu juga dengan semangat dan antusias Pokdarwis Kabupaten Probolinggo yang rata-rata dari kalangan milenial. Hal ini merupakan modal penting dan utama dalam pengembangan sektor wisata daerah kedepannya.

“Dengan dukungan Pokdarwis ini, pariwisata Kabupaten Probolinggo sangat berpotensi untuk dikembangkan. Menggerakkan pariwisata memang sangat membutuhkan energi dan semangat baru, merekalah yang seharusnya semangat di depan dalam mengembangkan desa wisata masing-masing,” ungkap Saiin.

Pada awal paparannya Saiin menjelaskan sarasehan ini juga diharapkan sebagai jalinan komunikasi dan kerjasama antar Pokdarwis lebih semakin intensif. Dengan begitu mereka bisa mengupayakan promosi bersama, peningkatan kapasitas secara bersama serta saling tukar informasi penting seputar pariwisata.

“Pokdarwis dituntut berperan penting dalam pengembangan pariwisata daerahnya, mulai saat ini berpikirlah bagaimana cara menjual wisata Kabupaten Probolinggo secara utuh dengan segala potensi yang berbeda di setiap wilayah desa,” terangnya.

Lebih lanjut Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Tata Kelola Destinasi ini menegaskan bahwa mengembangkan sebuah pariwisata membutuhkan sinergi penta helix. Sinergi ini harus melibatkan lima elemen yakni akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas dan media informasi.

“Agar sebuah destinasi wisata tumbuh dan mampu bersifat substainable maka lima elemen ini harus terlibat, karena pariwisata selalu diharapkan terus berlanjut dan bermanfaat bagi ekonomi dan lingkungan. Ingatlah semakin lestari budaya dan lingkungan kita, maka akan semakin mensejahterakan masyarakatnya,” tandasnya. (dra)