Thursday, July 29, 2021
Depan > Kesehatan > Risiko Penularan Dalam Pesawat Terbang Diduga Rendah

Risiko Penularan Dalam Pesawat Terbang Diduga Rendah

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan bepergian menggunakan pesawat terbang terkadang mau tidak mau harus tetap dilakukan oleh sebagian orang.

“Berdasarkan hasil penelitian Silcot tahun 2020, diduga risiko penularannya minimal untuk penularan COVID-19 melalui airborne, jika dengan kondisi adanya pertukaran udara antara dalam dan luar pesawat terbang dengan frekuensi 10-12 kali dalam 1 jam, penyaringan udara menggunakan Hepa filter serta semua orang wajib menggunakan masker selama dipesawat,” katanya.

Menurut CDC jelas Dewi, penularan COVID-19 saat bepergian dengan pesawat terbang terjadi saat adanya waktu menunggu dan antri di bandara, karena kita berisiko kontak erat dengan orang yang terinfeksi COVID-19 dan risiko menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus.

Selain itu, penerbangan sangat padat. Banyaknya calon penumpang meningkatkan risiko kontak erat yang cukup lama dengan orang yang terinfeksi COVID-19 serta sulitnya menjaga jarak aman (> 1-2 meter).

“Kesimpulannya, risiko penularan didalam pesawat terbang diduga rendah, namun harus didukung dengan sirkulasi dan filtrasi udara yang sesuai standar serta wajib menggunakan masker,” tegasnya.

Dewi menambahkan protokol kesehatan tetap harus dilakukan semaksimal mungkin, mulai dari bandara, didalam pesawat sampai setelah turun dari pesawat. Hal tersebut untuk mengurangi risiko penularan COVID-19.

“Nah, libur panjang nanti, sahabat sehat pilih menggunakan transportasi apa? Kalau saya si pilih dirumah aja, yang paling rendah risikonya. Apapun pilihanmu, stay safe dan stay healthy ya,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal