Wednesday, September 29, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Ratusan Patriot Desa Digembleng Mampu Membangun Desa

Ratusan Patriot Desa Digembleng Mampu Membangun Desa

Reporter : Hendra Trisianto
PAITON – Selama 7 (tujuh) hari kedepan Rabu (29/1/2020) hingga Selasa (4/2/2020), sebanyak 120 orang Patriot Desa yang merupakan kader desa pilot project Program Desa EMAS (Entrepreneur, Mandiri, Adil dan Sejahtera) Kabupaten Probolinggo akan digembleng dan dilatih menjadi patriot-patriot desa yang memiliki karakter patriot, karakter mandiri, dan karakter gotong royong.

Pelatihan bertajuk workshop Saemaul Training Program Patriot Desa Emas Kabupaten Probolinggo tersebut dibina langsung oleh tim fasilitator dan instruktur dari Yayasan Gerakan Desa Emas Emas (GDEI). Tepatnya dipusatkan di lapangan POH 2 PT POMI Energi Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton.

Agar pelatihan tersebut bisa mengkristal dalam jiwa, maka konsep pelatihan kali ini adalah menyatu dengan alam dengan fasilitas penginapan hanya berupa tenda komando/tenda barak. Hal ini agar dapat untuk melatih jiwa spiritual dan mental yang kuat dan tangguh, menumbuhkan semangat kegotong royongan serta kepedulian terhadap sesama.

Ketua Gerakan Desa Emas Indonesia Iwan Agustiawan Fu’ad menuturkan untuk menjadi kader yang berkarakter patriot, mandiri dan gotong royong, para Patriot Desa EMAS ini harus memahami sub bina karakter dari 5 (lima) pilar yang akan ditanamkan. Pertama bina karakter dan sumber daya insani, dalamnya hal ini patriot desa akan dilatih untuk berjiwa pantang menyerah, bermanfaat bagi sesama dan memiliki jiwa gotong royong.

“Yang kedua adalah bina karakter saudara dan institusi. Disini kita latih mereka menumbuhkan keikhlasan dalam berkorban, disiplin, solidaritas serta menumbuhkan spirit peduli dan berbagi dengan sesama. Bisa dilihat dari pelatihannya yang sedikit bernuansa militer, kita latih seperti itu agar mereka bisa menjadi pribadi yang tangguh,” ungkap Iwan sapaan karib pria berkaca mata ini.

Lebih lanjut Iwan menyebutkan materi selanjutnya yang harus dipahami adalah bina sinergi dan teknologi, bina dana dan investasi serta bina pasar dan industri desa. Khusus tiga materi tersebut pihaknya akan mendatangkan narasumber dari desa EMAS daerah lain yang telah berhasil dan mandiri, salah satunya adalah karena mereka sukses dalam menerapkan bina sinergi dan teknologi serta bina dana dan investasi.

“Narasumber ini akan membagikan pengalaman dan testimoni terkait kiat dan strategi keberhasilan mereka, terutama bagaimana memunculkan kekuatan sumber dana yang ada di desa mulai yang berupa jimpitan infaq yang bernama “Sedino Sewu”, zakat dan wakaf. Kami juga akan hadirkan salah satu desa yang memiliki sebuah pabrik sawit hasil inisiasi dari sepuluh ribu KK petani sawit dan perusahaan swasta,” terangnya.

Terpisah, Nurul Huda (31) Koordinator Patriot desa EMAS Desa Guyangan Kecamatan Krucil mengemukakan, sejak awal pihaknya cukup tertantang dengan konsep pelatihan tersebut. Namun ia mengakui sedikit kesulitan dalam menerima materi yang padat pada hari pertama ini, akan tetapi pihaknya yakin bisa segera beradaptasi seiring waktu berjalan.

“Motivasi kami Patriot Desa EMAS Desa Guyangan tidak lain adalah untuk merubah desa kami menjadi desa mandiri melalui pengembangan sektor wisata. Semoga semangat ini selalu berkorbar dan kedepannya desa EMAS Kabupaten Probolinggo benar-benar dimampukan untuk lebih maju dan mandiri agar dapat mensejahterakan warga masyarakat,” pungkasnya. (dra)