Tuesday, June 22, 2021
Depan > Kemasyarakatan > RAT Tahun Buku 2019, KUD Argopuro Pilih Pengurus dan Pengawas

RAT Tahun Buku 2019, KUD Argopuro Pilih Pengurus dan Pengawas

Reporter : Wahed Efendi
KRUCIL – Koperasi Unit Desa (KUD) Argopuro Kecamatan Krucil melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dalam rangka pembahasan dan pengesahan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas tahun buku 2019 serta pemilihan pengurus periode 2020-2024 dan pengawas periode 2020-2022 di Bumi Bermi Permai Kecamatan Krucil, Kamis (8/10/2020).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota KUD Argopuro tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto, Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya serta Forkopimka Krucil.

Dari hasil pemilihan pengurus periode 2020-2024, Supriyadi terpilih sebagai ketua, Mujiono sebagai sekretaris dan Menot Budi Sasongko sebagai bendahara. Sementara Supardiono terpilih sebagai Bidang Organisasi dan SDM serta Suloso sebagai Bidang Usaha. Untuk pemilihan pengawas periode 2020-2022, Dony Prayogo terpilih sebagai Koordinator didampingi oleh Gunadi dan Subiyanto sebagai anggota.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) memegang peranan penting dalam koperasi yang merupakan pemegang kekuasaan tertinggi didalam pengambilan keputusan di koperasi, sebagai pelaksanaan prinsip demokrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola koperasi. Maka jadikan RAT ini sebagai wujud personal garansi atas amanah anggota kepada koperasi.

“Sebagaimana diketahui bersama, saat ini kita berada di tengah pandemi COVID-19 yang mengharuskan kita menjalani adaptasi tatanan kehidupan baru yang membatasi pertemuan orang dalam jumlah banyak, menjaga jarak, memakai masker dan benar-benar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” katanya.

Anung menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada pengurus dan segenap jajaran KUD Argopuro atas terselenggaranya RAT tahun buku 2019 dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat baik. Pandemi COVID-19 memberikan dampak sangat besar bagi perekonomian masyarakat Indonesia dan dunia.

“Pergeseran cepat menuju realisasi revolusi industri 4.0 merupakan dampak positif COVID-19 tanpa disadari telah merubah pola bisnis dan mindset dunia usaha di Indonesia, termasuk koperasi sebagai badan usaha,” jelasnya.

Menurut Anung, proses bisnis dari offline ke online, dengan penerapan metode bisnis to bisnis berbasis jaringan dan kerjasama bisnis. Cukup berbekal handphone android dan memanfaatkan jejaring sosial, proses bisnis dapat dilakukan dengan mudah.

“Saya menyebut era revolusi industri 4.0 adalah era ekonomi kompetitif era dimana siapa yang lincah, dialah yang akan menjadi pemenang. Untuk itu koperasi harus lincah dan adaptif. Guna mewujudkannya, koperasi harus melakukan internalisasi diri, menjadi lebih kekikininan, inovatif dan modern agar kebersinambungan organisasi dan usahanya tetap terjaga,” tegasnya.

Lebih lanjut Anung menerangkan melalui proses internalisasi dan re-design organisasi koperasi akan menjadi badan usaha yang sehat, transparan, akuntabel, mandiri, responsibel dan wajar dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip dan jatiri koperasi.

“Koperasi harus membangun praktek-praktek terbaik berkoperasi (benchmarking and best practices) dan mewujudkan good cooperative governance (tata laksana koperasi yang baik) dan customer experience (pengalaman pelanggan),” terangnya.

Anung menegaskan sebuah langkah besar proses upgrading manajemen KUD Argopuro membuahkan hasil teraihnya Standarisasi Manajemen Mutu ISO 9001:2015 pada tahun 2020. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan serta selamat atas capaian dan keberhasilannya.

“Hal ini menunjukkan bahwa KUD Argopuro terus dan terus melakukan proses perbaikan ke dalam organisasinya dengan dukungan seluruh anggota dan inilah yang disebut internalisasi koperasi. Sebagai wujud personal garansi koperasi kepada anggota sebagai pemilik dan pengguna jasa koperasi serta untuk terus meningkatkan kepercayaan serta kredibilitas koperasi di mata anggota, mitra dan stakeholder,” tambahnya.

Ke depan, Anung mengharapkan KUD Argopuro dapat membangun proses bisnis baru dengan pola bisnis to bisnis Koperasi dan UMKM yang dapat dan mampu menjadi rumah dan menaungi pelaku UMKM di Kecamatan Krucil dan Kabupaten Probolinggo.

“Mengembangkan Rumah Susu KUD Argopuro sebagai Miniatur Koperasi dan UMKM Kabupaten Probolinggo. Le olenah Probolinggo atau oleh-oleh produk KUMKM Probolinggo semua ada di Krucil. Selanjutnya mengembangkan business practices KUMKM untuk menjadi salah satu objek daya tarik wisata (ODTW) wisata coopreneur (cooperative entrepreneur) Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (hed)

cww trust seal