Thursday, February 29, 2024
Depan > Kesehatan > Puskesmas Lumbang Raih Juara II Lomba Inovasi Faskes Nasional

Puskesmas Lumbang Raih Juara II Lomba Inovasi Faskes Nasional

Reporter : Syamsul Akbar
JAKARTA – Puskesmas Lumbang berhasil meraih juara II dalam Lomba Inovasi Faskes Nasional untuk Mendorong Wanita Usia Subur Melengkapi Status Imunisasi Tetanus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Penghargaan ini diterima oleh Kepala Puskesmas Lumbang dr. Ria Tjahjandani dalam Puncak Peringatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) tahun 2023 di Gedung Siwabessy Kantor Kemenkes RI Jakarta pada Minggu (7/5/2023).

Dalam lomba inovasi faskes ini, Puskesmas Lumbang Kabupaten Probolinggo mengangkat sebuah inovasi bernama “Intan untuk Anis atau Informasi Imunisasi Tetanus untuk Wanita Usia Subur)”.

Kepala Puskesmas Lumbang dr. Ria Tjahjandani mengatakan imunisasi TT diberikan pada ibu hamil untuk mencegah penyakit tetanus pada bayi setelah dilahirkan. Tetanus adalah bakteri yang masuk ke tubuh melalui luka terbuka yang menyebabkan kekakuan dan kejang otot pada bayi yang dilahirkan ditandai dengan klinis bayi. Mulut pada bayi terasa kaku seakan terkunci dan bayi tidak bisa menyusu.

“Di Puskesmas Lumbang masalah pencapaian imunisasi TT Wanita Usia Subur (WUS) kurang dari target. Hal ini disebabkan ada masa pandemi dan kesadaran WUS kurang untuk pencegahan dini terhadap penyakit tersebut,” katanya.

Karena dampaknya yang sangat berbahaya jelas Ria, hasil dari screening TT WUS di Puskesmas Lumbang belum mencapai hasil yang diharapkan. Dari data capaian tahun 2020, TT WUS murni 45,2% dan TT WUS bumil 45.6%. Tahun 2021, TT WUS murni 45,3% dan TT WUS bumil 45,7% serta tahun 2022 TT WUS murni 87,8% dan TT WUS bumil 91,5%.

“Dari latar belakang tersebut, untuk mencegah bayi mengalami tetanus saat dilahirkan, maka tercetus ide inovasi Intan untuk Anis yang merupakan suatu inovasi edukasi menggunakan methode aplikasi TT WUS untuk memberdayakan kader remaja edukasi terhadap WUS sasaran catin dan bumil,” jelasnya.

Ria menerangkan sasaran inovasi WUS pada catin (calon pengantin) dan ibu hamil. Kegiatan inovasi ini menggunakan methode aplikasi edukasi dengan menggunakan 3 bahasa meliputi Bahasa Jawa, Bahasa Madura dan Bahasa Indonesia. “Aplikasi ini menggunakan HP dengan materi edukasi untuk kader remaja dan sisi yang lain untuk sasaran WUS dengan memakai bahasa setempat,” terangnya.

Menurut Ria, tujuan dari inovasi ini adalah untuk memberdayakan kader remaja dalam memotivasi ibu hamil dengan memberikan edukasi untuk WUS mau diberi imunisasi TT. Secara khusus untuk merubah pola pikir WUS dengan memberi wawasan tentang materi tentang Tetanus dan imunisasi TT dengan demikian terbuka perilaku WUS untuk mau di imunisasi.

“Inovasi Intan untuk Anis ini mudah direplikasi oleh petugas puskesmas yang paham IT mendouwn lode aplikasi dan aplikasi tersebut diberi materi edukasi terkaid TT WUS. Kader remaja tinggal memberikan edukasi terkait TT WUS dan WUS-nya sendiri mendapatkan edukasi juga dari aplikasi tersebut sesuai bahasa setempat,” tegasnya.

Ria menambahkan banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya inovasi Intan untuk Anis ini. Sebelum adanya inovasi, capaian TT WUS rendah, belum ada pemahaman kader remaja tentang TT WUS dan belum ada pemahaman imunisasi Tetanus untuk WUS yang menjadikan imunisasi TT sebagai kebutuhan. “Sesudah adanya inovasi capaian TT WUS meningkat, sudah ada pemahaman kader remaja tentang TT WUS dan sudah ada pemahaman WUS tentang TT WUS,” pungkasnya. (wan)