Tuesday, June 22, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Puskesmas Curahtulis Kampanyekan Desa Tambakrejo BBABS Menuju Desa ODF

Puskesmas Curahtulis Kampanyekan Desa Tambakrejo BBABS Menuju Desa ODF

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Puskesmas Curahtulis Kecamatan Tongas menggelar kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan melakukan Kampanye Desa Tambakrejo Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BBABS) Menuju Desa ODF (Open Defication Free), Jum’at (11/9/2020) pagi.

Kampanye Desa Tambakrejo BBABS Menuju ODF ini dihadiri oleh Camat Tongas Abdul Ghafur dan jajaran Forkopimka Tongas, Kepala Puskesmas Curahtulis Wiwik Yuliati dan jajaran, lintas sektor di Kecamatan Tongas serta Kepala Desa Tambakrejo Arifin dengan seluruh perangkat desa dan kader desa.

Kegiatan Germas ini dilakukan dengan gowes bersama dengan start di Puskesmas Curahtulis dan finish di Balai Desa Tambakrejo Kecamatan Tongas. Selama perjalanan beberapa kegiatan dilakukan mulai dari pembagian masker di sepanjang jalan Desa Tambakrejo hingga pemasangan banner ODF di sungai Desa Tambakrejo.

Sesampainya di Balai Desa Tambakrejo, kegiatan diisi dengan senam bersama dan dilanjutkan dengan pembacaan komitmen bersama Kepala Desa Tambakrejo yang diikuti oleh warga. Kemudian diakhiri dengan pemberian intervensi gizi pada balita stunting.

Kepala Puskesmas Curahtulis Wiwik Yuliati mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk mendukung dan memberikan motivasi masyarakat Desa Tambakrejo tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS) serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan lingkungan.

“Selain itu, memastikan semua warga Desa Tambakrejo menggunakan akses jamban sehat, memastikan perubahan perilaku atas kesadaran masyarakat sendiri dengan mengetahui akibat dari BABS serta memastikan masyarakat Desa Tambakrejo mematuhi protokol kesehatan dengan adaptasi kebiasaan baru,” ungkapnya.

Menurut Wiwik, ODF atau stop buang air sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

“Deklarasi ODF merupakan pernyataan desa yang mana desa tersebut telah bebas dari perilaku buang air besar di sembarang tempat, setelah memenuhi proses verifikasi yang telah diadakan sebelumnya,” jelasnya.

Wiwik menegaskan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dilakukan dengan pendekatan berbasis pada masyarakat melalui keterlibatan seluruh masyarakat dan pendekatan yang tanggap terhadap keutuhan masyarakat.

“Pendekatan tersebut dilakukan melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk menumbuhkan prakarsa, inisiatif dan partisipasi aktif masyarakat dalam memutuskan, merencanakan, menyiapkan, melaksanakan, mengoperasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun secara berkesinambungan serta kegiatan peningkatan perilaku hygiene dimasyarakat dengan tujuan untuk mencapai ODF,” tegasnya.

Lebih lanjut Wiwik menerangkan dalam upaya mencapai sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat, masyarakat Desa Tambakrejo Kecamatan Tongas telah melaksanakan beberapa tahapan antara lain Pemicuan STBM, sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya jamban sehat, pelatihan bagi kader sanitasi, gerakan pemberdayaan masyarakat serta pembangunan jamban sehat dengan dana desa maupun swadaya masyarakat.

“Berdasarkan Data Sarana dan Akses Jamban Sehat pada Tahun 2019, jumlah penduduk Desa Tambakrejo 5.095 jiwa dengan 1.540 KK dan yang terakses jamban sehat 1.527 KK atau 99,16%. Sedangkan pada tahun 2020 dari 5.103 jiwa dengan 1.543 KK yang sudah terakses jamban sehat 1.533 KK. dan yang masih BABS sebanyak 1 KK. Dapat ditarik kesimpulan pada tahun 2020 akses jamban sehat 99,93%. Jadi sebenarnya ODF sudah layak untuk Desa Tambakrejo,” pungkasnya.

Sementara Camat Tongas Abdul Ghafur mengharapkan dengan adanya kegiatan Germas berupa kampanye ODF ini, semua lapisan masyarakat mengedukasi supaya membuang air besar di jamban yang ada di rumah masing-masing.

“Dengan membuang air besar di jamban ini, maka akan mengurangi dan mencegah stunting, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan sebagainya. Semua ini hendaknya bisa ditularkan kepada semua masyarakat agar menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurut Ghafur, di tengah pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia ini, maka senjata pertahanan yang bisa dilakukan diantaranya menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan memakai masker. Oleh karena itu, memakai masker ini merupakan hal yang wajib dilakukan setiap keluar rumah, lebih-lebih di tempat area publik seperti pasar, puskesmas dan lain sebagainya.

“Saya berharap semua masyarakat menjadi Patriot Sehat. Ketika menemukan warga masyarakat yang tidak memakai masker, maka himbau pakai masker. Hanya ini senjata pertahahan kita di tengah pandemi COVID-19. Untuk ketahanan ekonomi keluarga masyarakat bisa mengembangkan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dengan memanfaatkan lahan pekarangan,” harapnya. (wan)

cww trust seal