Thursday, July 29, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Puluhan Pengurus dan Pengawas KPRI Dilatih Vokasional Koperasi Konvensional

Puluhan Pengurus dan Pengawas KPRI Dilatih Vokasional Koperasi Konvensional

Reporter : Hendra Trisianto
KREJENGAN – Sebanyak 35 orang pengurus dan pengawas KPRI (koperasi fungsional) yang ada di Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan peningkatan vokasional koperasi konvensional yang digelar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo, Selasa hingga Kamis (8-10/9/2020).

Kegiatan yang dipusatkan di Basecamp Ridho Outbond Desa Krejengan Kecamatan Krejengan ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Siti Khoiriyah dan Kasi Organisasi dan Tata Laksana Mochamad Iqbal Mahardiyani.

Selama 3 (tiga) hari, mereka mendapatkan materi penguatan jatidiri koperasi dari Praktisi Koperasi Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji, perpajakan koperasi dari Konsultan Pajak Sidik Widjanarko dan internalisasi diri koperasi dari Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya.

Pelatihan vokasional koperasi konvensional ini tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari pengukuran suhu tubuh dengan thermo gun, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, memakai masker serta menjaga jarak aman.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan Kunci sukses koperasi adalah pada pemahaman dan penanaman jatidiri koperasi untuk mewujudkan azas kekeluargaan dan gotong royong pada koperasi. Namun koperasi juga harus tetap mengikuti perkembangan era ekonomi kompetitif revolusi industrI 4.0 dengan mulai melaksanakan sistem kepranataan yang lebih modern dan inovatif terhadap tata laksana dan pelayanan koperasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kembali jatidiri koperasi bagi pengurus dan pengawas (refresh) serta membangun manajemen koperasi yang baik menuju tata laksana koperasi yang baik (good cooperative governance),” katanya.

“Kunci sukses koperasi adalah pada pemahaman dan penanaman jatidiri koperasi untuk mewujudkan azas kekeluargaan dan gotong royong pada koperasi. Namun koperasi juga harus tetap mengikuti perkembangan era ekonomi kompetitif revolusi industry 4. 0 dengan mulai melaksanakan sistem kepranataan yang lebih modern dan inovatif terhadap tata laksana dan pelayanan koperasi,” katanya.

Anung menjelaskan dengan kepatuhan terhadap peraturan-peraturan tentang perkoperasian yang berlaku dan mengikat terhadap tata laksana koperasi yang meliputi aspek organisasi, usaha dan keuangan.

“Untuk menjadi koperasi yang sehat dan mandiri, koperasi harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat keuangan. Melalui reformasi dan pembaharuan sistem kepranataan manajemen tata kelola koperasi,” jelasnya.
Menurut Anung, sekarang saatnya mengubah paradigma dalam dunia koperasi di Kabupaten Probolinggo. “Untuk mewujudkan koperasi menjadi badan usaha yang modern, berkualitas serta berdaya saing,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal