Tuesday, September 28, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Puluhan Pelaku UMKM Dilatih Tingkatkan SDM Pentingnya Branding Produk

Puluhan Pelaku UMKM Dilatih Tingkatkan SDM Pentingnya Branding Produk

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Sebanyak 35 orang pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan peningkatan SDM pentingnya branding produk dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo di RM Rahayu Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih, Kamis dan Jum’at (22-23/10/2020).

Pelaksanaan pelatihan peningkatan SDM pentingnya branding produk bagi UMKM ini tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir/hand sanitizer, jaga jarak dan tidak kontak fisik.

Pelatihan yang dihadiri narasumber Dahniar dari Perempuan Tani HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Kabupaten Probolinggo Tentang Fotografi ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Zulkarnain.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini merupakan wujud pembinaan Pemerintah Kabupaten Probolinggo berupa pemberian pelatihan peningkatan SDM pentingnya branding produk bagi UMKM.

“Hampir semua UMKM yang ada masalah di bidang pemasaran. Yang mana kita harus bisa mengevaluasi mengapa pemasaran kita masih seperti itu saja. Tentunya harus dilihat faktor-faktor yang bisa mendukung pemasaran seperti kualitas, desain produk, rasa dan yang terpenting adalah branding produk,” katanya.

Menurut Anung, branding produk menjadi hal terpenting karena brand/merk merupakan asset yang mempunyai nilai jual tinggi, memudahkan produk untuk dikenal masyarakat, kemasan yang menarik bisa menggaet konsumen, mempengaruhi keputusan daya beli, sebagai sarana promosi yang paling mudah serta brand/merk menjadi pembeda dengan produk lain.

“Untuk itu Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo mengadakan pelatihan peningkatan SDM pentingnya branding produk bagi UMKM yang bertujuan para UMKM yang sudah dilatih ini bisa branding produknya sehingga bisa menarik pembeli sebanyak-banyaknya. Dengan begitu omset akan naik dan kesejahteraan meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut Anung menerangkan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam branding produk ini adalah fotografi produk. Dimana pada era new normal ini banyak kebiasaan-kebiasaan yang berubah seperti belanja offline sudah berkurang, banyak masyarakat yang beralih ke sistem online.

“Pada sistem online ini yang pertama kali dilihat pembeli adalah kemasan luar yang menarik, sehingga pembeli bisa tergiur untuk membeli. Maka dengan latar belakang itulah saat ini terlaksana pelatihan fotografi produk. UMKM harus terus berkarya di masa pandemic ini dengan inovasi-inovasi produk,” tegasnya.

Anung meminta para pelaku UMKM harus berbagga karena beberapa UMKM Kabupaten Probolinggo sudah bisa sukses di tingkat provinsi bahkan nasional. Bawang Goreng Hunay Kecamatan Dringu sebagai 3 besar nominasi penghargaan Sidda Karya dari Disnaker Provinsi dan eksport bawang goring ke Korea Selatan dan Batik Prabulinggih Kecamatan Tegalsiwalan yang sudah pernah mempromosikan batik Kabupaten Probolinggo di luar negeri.

Selanjutnya produk Abon Hj. Sun Kecamatan Pajarakan dibawa Tim AMPUH ke Filandia serta Sale Pisang Barsah Kecamatan Krejengan yang say ini pemasarannya sudah ke luar pulau bahkan juga ke luar negeri.

“Kesuksesan tersebut sangat dipengaruhi oleh kualitas yang bagus dan diikuti dengan kemasan yang cantik. Ayo produk UMKM branding yang menarik untuk memikat pembeli. Ikuti kegiatan ini dengan seksama dan manfaatkan waktu yang sangat singkat ini untuk menimba ilmu dari narasumber dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (wan)