Depan > Kemasyarakatan > Puluhan Pedagang Pasar Paiton Ikuti Sosialisasi Pasar Online dan KUR

Puluhan Pedagang Pasar Paiton Ikuti Sosialisasi Pasar Online dan KUR

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Sebanyak 50 pedagang yang ada di Pasar Paiton mengikuti sosialisasi pasar online melalui www.pasar.id dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Pasar Paiton bekerja sama dengan BRI Unit Paiton di Paiton Resort Hotel (Pareho) di Desa Binor Kecamatan Paiton, Selasa (22/3/2022) siang.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Pasar Paiton Murtade, Kepala Unit BRI Paiton Didik Rusdiyanto bersama petugas Teras BRI Pasar Paiton ini dimaksudkan agar pedagang bisa memasarkan produk-produknya secara online melalui wadah yang sudah disiapkan oleh BRI secara nasional.

Kepala Pasar Paiton Murtade mengatakan sosialisasi pasar online dan KUR ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait dengan rencana Pasar Paiton menuju pasar online berbasis digitalisasi teknologi.

“Pasar id ini adalah pasar online yang berbasis digitalisasi teknologi. Jadi kami bersama BRI akan memberikan wadah kepada para pedagang yang ada di Pasar Paiton untuk bisa melakukan pemasaran produknya secara online,” katanya.

Menurut Murtade, pemasaran produk online ini sepenuhnya difasilitasi oleh BRI secara gratis. Intinya BRI memberikan fasilitas dan wadah kepada pedagang untuk membantu memasarkan secara online.

“Jika sudah berbasis digitalisasi teknologi, maka produk pedagang Pasar Paiton ini bisa dimasukkan ke wadah yang tersedia www.pasar.id agar bisa dipasarkan secara online. Jika produknya sudah terupload, maka pembeli secara nasional akan tahu produk-produk apa saja yang tersedia di masing-masing pedagang,” jelasnya.

Kalau sudah terbentuk pasar online jelas Murtade, maka untuk tenaga kurirnya akan memanfaatkan jasa pengiriman yang sudah ada. Sementara untuk yang skala lokal akan memanfaatkan petugas dan tenaga yang ada di Pasar Paiton.

“Tetapi yang pasti apabila sudah menjadi pasar online, maka pembelinya bukan hanya warga lokal saja. Orang-orang yang ada di seluruh pelosok Indonesia pasti juga akan berburu apabila harganya lebih murah dari pada daerah lain,” terangnya.

Terkait dengan KUR, Murtade menerangkan bahwa KUR ini merupakan program dari pemerintah yang disalurkan melalui perbankan untuk membantu modal kerja dan investasi pelaku usaha, khususnya pedagang yang ada di Pasar Paiton.

“Minggu kemarin BRI Unit Paiton sudah menyalurkan pencairan dana KUR tahap pertama sebesar Rp 730 juta bagi 30 pedagang di Pasar Paiton. Untuk besaran pinjamannya bervariasi mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 100 juta dengan bunga 6% per tahun atau 0,3% per bulan dalam jangka waktu pinjaman 1 hingga 3 tahun,” tegasnya.

Murtade menerangkan program KUR ini akan diberikan kepada seluruh pedagang pasar. Namun pedagang yang sudah terbiasa menabung ke BRI melalui agen-agen yang ada akan mendapatkan pelayanan prioritas dari BRI Unit Paiton.

“Tujuan kita bagaimana pedagang Pasar Paiton itu terbiasa menabung. Dengan adanya tabungan tersebut, pedagang yang sudah mendapatkan dana KUR akan mudah melakukan pembayaran. Namun untuk sementara ini baru 25% pedagang yang mau menabung. Mudah-mudahan ke depan jumlahnya bisa semakin meningkat,” pungkasnya. (wan)