Thursday, June 17, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Promosikan Sistem IPLT, Ciptakan Lingkungan Sehat Bebas Pencemaran

Promosikan Sistem IPLT, Ciptakan Lingkungan Sehat Bebas Pencemaran

Reporter : Mujiono
KREJENGAN – Untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang bersih bebas dari pencemaran, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Probolinggo berupaya melaksanakan sistem Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (IPLT) merupakan Sub-Sistem Pengolahan dalam Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S), Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (IPLT) memiliki dampak yang sangat besar khususnya masalah kebersihan dan kesehatan masyarakat.

DPKPP Kabupaten Probolinggo berupaya mewujudkan pembangunan IPLT untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran lingkungan sesuai program Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. Dimana program itu bersifat adanya pengelolaan lumpur tinja yang belum sesuai dengan standart kesehatan.

Dimana DPKPP mengajak Pemerintah Desa bersama dengan semua lapisan masyarakat untuk berkewajiban melaksanakan sistem IPLT. Pengolahan air limbah dengan hanya menerima dan mengolah lumpur tinja yang berasal dari sistem setempat (Onsite). Tidak boleh langsung dibuang ke badan air yang akan menyebabkan pencemaran organik yang tinggi.

DPKPP Kabupaten Probolinggo dalam program Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) sedikit memberikan wacana tentang keberadaaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Seboro dalam usaha mengolah lumpur tinja yang berasal dari masyarakat.

IPLT Seboro salah satu UPT di DPKPP Kabupaten Probolinggo yang bertugas mengelola limbah tinja menjadi pupuk kompos non pangan. IPLT Seboro berperan aktif memiliki kepedulian pelayanan kepada masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berwawasan lingkungan.

Dibangun tahun 2017 dari sumber dana Provinsi Jawa Timur dan dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Probolinggo serta mulai beroperasi pada tahun 2018 digunakan untuk menyempurnakan sistem pembuangan limbah tinja. Kapasitas IPLT Seboro mencapai maksimum 20 M3/hari.

Bangunan yang didirikannya adalah Bak Pemisah Lumpur (Solid Separation Chamber/SSC), Kolam Pengering Lumpur (Drying Area), Bak Kontrol, Anaerobic Filter, Kolam Fakultatif, Kolam Maturasi, Wetland dan Gudang Kompos. Hasil tersebut dapat dikembalikan ke alam dengan aman. Pengolahan limbah tinja sendiri untuk mengurangi tingkat pencemaran yang dapat membahayakan bagi lingkungan khususnya kualitas air.

IPLT Seboro yang dipimpin oleh Kepala UPT Dodik Hermansyah memiliki tenaga operator sebanyak 12 orang diantaranya, tenaga administrasi umum bertugas untuk promosi, layanan call center, pencatatan database pelanggan satu orang, tenaga pengolah lumpur tinja sebanyak 8 orang, tenaga operator/driver truk tinja sebanyak 2 (dua) orang dan penjaga malam 1 orang.

Sedangkan armada yang dimiliki IPLT Seboro terdiri dari truk tinja 3 unit (truk lama 1 unit , truk tinja hibah dari Kementerian PUPR 1 unit, truk tinja dari DAK 1 unit), truk tangki air bersih 1 unit dari APBD, kendaraan tinja roda tiga 2 unit dari APBD dan kendaraan air bersih roda tiga 1 unit dari APBD.

Kabid Kawasan Permukiman pada DPKPP Kabupaten Probolinggo Ruli Nasrullah menyampaikan sanitasi di Kabupaten Probolinggo masih mencapai 62,26% di tahun 2018 dan capaian di tahun 2019 sebesar 62,94%. Berdasarkan Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 harus mencapai target 100%. Sehingga 37,06% ini salah satu target yang harus dituntaskan.

“Masih ada permasalahan yang harus diselesaikan, di Kabupaten Probolinggo masih terdapat beberapa kecamatan yang belum Open Defecation Free (ODF) yakni setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan,” katanya.

Ruli mengharapkan di tahun 2020 DPKPP Kabupaten Probolinggo membuat gerakan inovasi mempromosikan IPLT dan mempromosikan pengentasan sanitasi. Yakni memperkenalkan sadar dengan sanitasi (sadar kebersihan). “Sanitasi berupa pengelolaan limbah domestik, lumpur tinja dan limbah buangan dari dapur salah satunya. Sehingga kebersihan di bidang sanitasi sangat kecil prosentasinya,” pungkasnya. (y0n)

cww trust seal