Monday, December 6, 2021
Depan > Kemasyarakatan > PMI Lakukan Penyemprotan Disinfektan Secara Masif

PMI Lakukan Penyemprotan Disinfektan Secara Masif

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur bersinergi bersama PMI Kabupaten Probolinggo melakukan penyemprotan disinfektan (spraying) secara masif pada beberapa wilayah zona merah penyebaran COVID-19 di Kabupaten Probolinggo.

Spraying masif yang akan menyasar pada fasilitas-fasilitas umum dan lingkungan pemukiman masyarakat ini rencananya akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari kedepan mulai Kamis hingga Sabtu (18-20/06/2020).

Alun-alun Kota Kraksaan menjadi titik awal bagi tim gabungan tersebut untuk memulai spraying, kemudian dilanjutkan dengan menyasar lingkungan masyarakat wilayah Kota Kraksaan serta fasilitas umum di sepanjang jalur Pantura Kota Kraksaan-Kecamatan Paiton.

Untuk pelaksanaannya, tim gabungan ini disupport oleh tiga unit kendaraan berinstalasi khusus peralatan spray. Diantaranya satu unit truk gunner berisi cairan disinfektan berkapasitas 1.500 liter khusus pada jalur pantura dan dua unit pickup dengan dua tabung kapasitas 500 liter untuk wilayah perkotaan dan lingkungan pemukiman masyarakat.

“Kabupaten Probolinggo juga menjadi prioritas kami untuk penyemprotan disinfektan ini mengingat status zona merah penyebaran COVID-19 pada beberapa wilayahnya,” jelas Andri Suprianto Putro, Kabid Pelayanan pada PMI Provinsi Jawa Timur saat mengkoordinir kegiatan spraying kali ini.

Andri menjelaskan agar optimal, fokus arah penyemprotan akan dikonsentrasikan bukan pada jalanan, akan tetapi pada lokasi fasilitas umum dan perkantoran terutama yang berada di pinggir jalan. Asumsinya adalah titik-titik tersebut banyak dilalui dan diakses oleh masyarakat dan memungkinkan menjadi media penyebaran COVID-19.

“Sudah ditetapkan bahwa cairan yang harus kami gunakan harus berbahan dasar cairan yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi manusia, tanaman dan hewan. Yakni terdiri dari cairan chlorine 0,02 %, sedangkan untuk pickup kami menggunakan campuran wipol yang selama ini banyak digunakan oleh warga masyarakat,” tandasnya. (dra)