Depan > Kesehatan > Plt Bupati Timbul Monitoring Dispendik dan Dinkes

Plt Bupati Timbul Monitoring Dispendik dan Dinkes

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo melakukan monitoring ke Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Rabu (5/1/2022).

Monitoring ini dilakukan salah satunya untuk melihat kesiapan dari 2 (dua) OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tersebut dalam rangka mempersiapkan program nasional berupa vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Probolinggo.

Turut mendampingi Plt Bupati Timbul, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Budi Purwanto, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan dr. Mansur, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Yulius Christian serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Hari Kriswanto.

Monitoring pertama dilakukan di Kantor Dispendik Kabupaten Probolinggo. Kedatangan Plt Bupati Timbul dan rombongan diterima oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi dan seluruh pejabat di lingkungan Dispendik Kabupaten Probolinggo.

Usai dari Kantor Dispendik Kabupaten Probolinggo, Plt Bupati Timbul melakukan monitoring ke Kantor Dinkes Kabupaten Probolinggo. Rombongan ini diterima oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, Sekretaris Dinkes dr. Dyah Kuncarawati, seluruh Kepala Bidang serta Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengaku bersyukur karena kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo terus menurun. Meskipun demikian, Pemkab Probolinggo terus melakukan persiapan sebagai antisipasi terjadinya kasus.

“Cuma harapannya apa yang sudah kita siapkan tidak terpakai. Mulai dari tempat isolasi, obat-obatan maupun oksigennya. Terus terang memang semangatnya sedikit menurun karena kasusnya turun. Oleh karena takut terlena, maka saya melakukan informal meeting ini. Salah satunya untuk persiapan vaksin anak usia 6-11 tahun,” katanya.

Menurut Plt Bupati Timbul, vaksin terhadap anak usia 6-11 tahun ini harus segera dilakukan demi memberikan kekebalan tubuh bagi anak di masa pandemi Covid-19. Semua tenaga kesehatan harus siap memberikan pelayanan vaksinasi demi mensukseskan vaksin anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Probolinggo.

“Segera lakukan vaksinasi terhadap anak usia 6 hingga 11 tahun. Yang mau dulu langsung divaksin dan jangan menunda-nunda. Untuk menambah semangat dan rangsangan bagi siswa agar mau divaksin, siapkan reward. Semua ini dilakukan untuk mempercepat vaksinasi di Kabupaten Probolinggo. Kalau bisa kita harus selangkah lebih maju dari daerah lain,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo menyampaikan sangat mendukung secara penuh pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 hingga 11 tahun. Hanya saja dalam pelaksanaannya, skrining harus dilakukan secara baik dan maksimal.

“Lakukan skrining dengan baik terhadap anak dan jangan asal suntik saja. Karena sekarang ada masih anak-anak sudah menderita diabetes. Harapan kami, pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Probolinggo berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono menerangkan secara umum petugas kesehatan sudah melakukan pendataan anak usia 6 hingga 11 tahun ke lembaga-lembaga pendidikan sebagai target sasaran vaksinasi.

“Setiap hari petugas vaksinasi yang ada di desa akan turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan vaksinasi terhadap anak usia 6 hingga 11 tahun. Vaksin yang akan digunakan adalah jenis Sinovac dan sudah kita siapkan. Kalau memang kurang nanti kami akan meminta kuota tambahan dari Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi. Demi mensukseskan program vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 hingga 11 tahun ini pihaknya akan mengirimkan Surat Edaran (SE) kepada semua lembaga SD yang ada di Kabupaten Probolinggo .

“Kami akan meminta kepada semua kepala sekolah jenjang SD untuk bersama-sama mensukseskan program vaksin anak usia 6 hingga 11 tahun dalam rangka membentuk kekebalan tubuh agar bisa terbebas dari Covid-19,” katanya. (wan)