Depan > Kemasyarakatan > Plt Bupati Timbul Buka Workshop dan Konferensi Paguyuban SDM PKH

Plt Bupati Timbul Buka Workshop dan Konferensi Paguyuban SDM PKH

Reporter : Mujiono
SUKAPURA – Untuk meningkatkan kemampuan para pendamping PKH, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop dan konferensi Paguyuban SDM PKH Kabupaten Probolinggo dengan tema “Membangun Kebersamaan dan Solidaritas Antar Sesama SDM PKH”, Selasa dan Rabu (14-15/12/2021) di ruang pertemuan Hotel Nadia Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura.

Kegiatan yang diikuti oleh 302 pendamping PKH se-Kabupaten Probolinggo ini dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko didampingi Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi dan Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Achmad Arif.

Workshop ini memiliki manfaat yang cukup besar salah satunya untuk meningkatkan kompetensi untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan pendampingan program PKH. Hal lain, dapat menumbuhkembangkan SDM PKH yang unggul dan berkualitas dalam menghadapi dinamika dinamika perubahan.

Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko menjelaskan salah satu akses penting dan menjadi keprihatinan adalah mengurangi, mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan. Kabupaten Probolinggo termasuk salah satu dari 5 (lima) Kabupaten yang masuk kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.

“Penekanan yang ingin saya sampaikan kepada pendampingan PKH untuk melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya dalam penyaluran program ini diberikan kepada yang lebih berhak,” ujarnya.

Selaku Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah, Plt Bupati Timbul menegaskan untuk melakukan verifikasi dan validasi data yang benar, sehingga pemberian bantuan nantinya sesuai dan tepat sasaran. Jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab, tentunya masalah kemiskinan kesejahteraan sosial di Kabupaten Probolinggo sedikit demi sedikit akan terselesaikan dengan baik.

“Keberhasilan PKH tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan pendamping PKH. Begitu kompleknya tugas pendamping PKH menuntut kesiapan fisik, mental dan kapasitas pendamping yang mumpuni dan berkomitmen dalam memberikan layanan terbaik bagi KPM yang didampingi,” jelasnya.

Menurut Plt Bupati Timbul, sinergitas dengan semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pendamping PKH. “Komunikasi yang baik terus harus dijalani dengan seksama SDM Pendampingan PKH. Wadah paguyuban sangat dibutuhkan untuk semakin mempererat jalinan silaturahim sekaligus sebagai wadah diskusi dan tukar pengalaman,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi menambahkan sejak terbentuknya PKH pada tahun 2007 dan berdirinya pendamping PKH, Korkab PKH dan Korwil PKH, sebuah wujud konsekwensi terhadap apapun yang dilakukan harus tegak lurus terhadap pimpinan tertinggi yaitu Menteri Sosial.

“Jadi organisasi PKH ini memiliki tujuan yang luas dan mulia. Tim yang bertugas mendampingi KPM agar supaya KPM didampingi menjadi berdaya dan mandiri dengan cara membuat kegiatan pelatihan. Setelah KPM mampu mempunyai penghasilan dari usaha-usahanya hingga menjadi mandiri, nantinya akan menggantungkan lagi pada bantuan PKH,” katanya. (y0n)