Tuesday, September 21, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Petani Milenial Dilatih Pembuatan Aneka Olahan Rimpang Jahe

Petani Milenial Dilatih Pembuatan Aneka Olahan Rimpang Jahe

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebanyak 60 orang petani milenial di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan pembuatan aneka olahan rimpang jahe dari Komisi IV DPR RI bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Jum’at (26/2/2021).

Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kapasitas petani dan penyuluh yang digelar di aula Bin Hasan Pondok Pesantren HATI Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan ini merupakan rangkaian reses masa persidangan 3 tahun 2021 Komisi IV DPR RI bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Pelatihan pembuatan aneka olahan rimpag jahe yang dibuka oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si ini dihadiri oleh Koordinator Bidang Program dan Evaluasi BBPP Ketindan Astutiningsih, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo serta Kepala Bidang Pelaksanaan Penyuluhan dan Bina Usaha Tani Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi.

Koordinator Bidang Program dan Evaluasi BBPP Ketindan Astutiningsih mengungkapkan bimtek pengolahan rimpang jahe ini merupakan bimtek yang menjanjikan. Sebab bagaimanapun juga, petani selama ini mungkin masih dalam arah area kecil untuk menanam herbal. Rimpaang ini merupakan sejenis herbal.

“Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan atau mendiversifikasikan bagaimana jahe itu selain untuk ditanam namun juga bisa menjadi olahan yang bermanfaat, khususnya di tengah-tengah pandemi Covid-19. Dimana tanaman ini sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh,” ungkapnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si mengatakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini merupakan bagian dari sebuah pembelajaran langsung kepada masyarakat. Bagaimana rakyat bisa termotivasi menanam, mengolah dan selanjutnya mampu memperjualbelikan hasil olahannya.

“Hari ini pilihannya adalah rimpang jahe. Jahe bagian dari sebuah tanaman dan hari ini menjadi sugesti bagi masyarakat untuk sehat di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir,” katanya.

Menurut Hasan, nilai tanaman ini sebenarnya cukup menjanjikan dan mahal. Antara biaya dan hasilnya tentunya akan banyak hasil. Namun di Kabupaten Probolinggo belum menjadi pilihan yang masif dan tidak tertarik masyarakat. “Semoga dari bimtek ini anak-anak peserta mampu menyebarluaskan bagaimana manfaat dari olahan rimpang jahe,” harapnya. (wan)