Tuesday, June 25, 2024
Depan > Pendidikan > Peringati Hardiknas 2023, Disdikdaya Gelar Upacara Berpakaian Adat

Peringati Hardiknas 2023, Disdikdaya Gelar Upacara Berpakaian Adat

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar upacara untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023 di halaman Kantor Diskdaya Kabupaten Probolinggo, Selasa (2/5/2023) pagi.

Peringatan Hardiknas tahun 2023 yang mengambil tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar” ini diikuti oleh keluarga besar Diskdaya Kabupaten Probolinggo. Menariknya, semua peserta upacara kompak mengenakan pakaian adat nasional.

Bertindak sebagai Pembina upacara adalah Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Pemimpin upacara Herman Susanto, pembaca susunan upacara Fitri Nur Shanti, pembaca teks UUD UUD 1945 Khuzaymi, pembawa teks Pancasila Prihan Suhudi, pembaca do’a Massajo serta pengibar Sang Merah Putih Yoyok Arie Susanto, Annisa Dewi Larasati dan A. Budi Hermanto.

Selain itu, upacara peringatan Hardiknas tahun 2023 ini juga digelar oleh Satuan Pendidikan (Satdik) se-Kabupaten Probolinggo. Sama halnya dengan di Disdikdaya, semua peserta mengenakan pakaian adat.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara. Yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat.

“Anak-anak kita sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri. Para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikannya sekarang dapat menggunakan data Asesmen Nasional di Platform Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan,” katanya.

Sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi, seleksi masuk perguruan tinggi negeri pun sekarang fokus pada mengukur kemampuan literasi dan bernalar.

“Pada jenjang perguruan tinggi, adik-adik mahasiswa yang dulu hanya belajar teori di dalam kelas sekarang bisa melanglang buana mencari pengetahuan dan pengalaman di luar kampus dengan hadirnya program-program Kampus Merdeka,” jelasnya.

Dari segi pendanaan terangnya, pencairan langsung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) ke sekolah dan pemanfaatannya yang lebih fleksibel telah memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan perluasan program beasiswa, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruari tinggi sekarang jauh lebih terbuka. Dukungan dana padanan untuk mendanai riset juga telah melahirkan begitu banyak inovasi yang bermula dari kolaborasi.

“Selain itu, mekanisme Dana Indonesiana yang fleksibel dapat mewadahi gagasan-gagasan kreatif para seniman dan pelaku budaya sehingga mampu menghasilkan karya-karya hebat yang mendukung pemajuan kebudayaan,” terangnya.

Rozi melanjutkan, transformasi yang masif ini sudah sepatutnya dirayakan dengan penuh syukur dan semarak, karena semuanya adalah hasil dari kerja keras dan kerja sama kita. Hart Pendidikan Nasional tahun ini adalah waktu yang tepat bagi kita semua untuk merefleksikan kembali setiap tantangan yang sudah dihadapi, juga setiap jengkal langkah berani yang sudah diambil.

“Dengan merefleksikan hal-hal yang telah kita lakukan sepanjang tiga tahun terakhir, kita dapat merancang arah perjalanan kita ke depan guna memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan gerakan Merdeka Belajar,” tegasnya.

Lebih lanjut Rozi menegaskan layar yang sudah kita bentangkan jangan sampai terlipat lagi. Kita semua, para pendidik dan tenaga kependidikan, seniman dan pelaku budaya, juga peserta didik di seluruh penjuru Nusantara adalah kapten dari kapal besar yang bernama Indonesia ini. Perjalanan harus kita lanjutkan, peıjuangan mesti kita teruskan agar semua anak bangsa merasakan kemerdekaan yang sebenar- benamya dalam belajar dan bercita-cita.

“Mari kita semarakkan hart ini dengan semangat untuk meneruskan perwujudan Merdeka Belajar, mendidik generasi Pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter dan membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan,” pungkasnya. (wan)