Saturday, April 13, 2024
Depan > Pendidikan > Pengurus PKO dan YPLP Dasmen PGRI Jatim BPH Kabupaten Probolinggo Dilantik

Pengurus PKO dan YPLP Dasmen PGRI Jatim BPH Kabupaten Probolinggo Dilantik

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pengurus Perangkat Kelengkapan Organisasi (PKO) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo masa bakti 2020-2025 serta Pembina dan pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dasmen) PGRI Jawa Timur Badan Pelaksana Harian (BPH) Kabupaten Probolinggo masa bakti 2020-2025 resmi dilantik, Kamis (24/3/2022).

Pelantikan yang digelar di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Ahkmad Sruji Bahtiar, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo Sucipto, Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Winadi dan Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim.

Susunan dan Personalia Pengurus PKO PGRI Kabupaten Probolinggo ini terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Pakar, Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis, Dewan Kehormatan Guru Indonesia, Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum, Badan Usaha PGRI, Perempuan PGRI, PGRI Smart Learning and Character Center dan Lembaga Kajian Kebijakan Pendidikan PGRI

Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim mengungkapkan pelantikan kepada 10 Perangkat Kelengkapan Organisasi PGRI dan YPLP PGRI ini diambil dan dijaring dari berbagai kelompok dan profesi yang tergabung dalam PGRI.

“Diharapkan nanti dapat mengakomodir semua aspirasi dari bawah dan juga dapat merumuskan permasalahan-permasalahan yang terjadi di Kabupaten Probolinggo, terutama di bidang pendidikan. Kelengkapan ini yang nantinya akan melaksanakan apa yang dirumuskan di dalam konker (konferensi kerja),” ujarnya.

Terkait dengan YPLP PGRI, Asim menerangkan bahwa itu merupakan wadah yang mengurusi lembaga pendidikan PGRI. Untuk di Kabupaten Probolinggo ada sekitar 50 lembaga TK PGRI. Jadi lembaga TK PGRI itu berada dibawah naungan YPLP PGRI.

“Untuk sementara ini hanya ada lembaga TK saja. Mudah-mudahan kita motivasi kepada masyarakat yang ingin mendirikan lembaga dan bergabung dengan PGRI bisa mendirikan SMP PGRI maupun SMK PGRI,” tegasnya.

Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus Perangkat Kelengkapan Organisasi PGRI Kabupaten Probolinggo dan YPLP Dasmen PGRI Jawa Timur BPH Kabupaten Probolinggo.

“Tantangan terbesar adalah Badan Pelaksana Harian YPLP. Hari ini mungkin di Kabupaten Probolinggo lembaga yang ada di bawah naungan PGRI itu hanya TK. Tetapi pada waktu itu ada SMP, cuma SMP nya sudah tutup,” katanya.

Menurut Rozi, tantangan ke depan semakin kompleks dan kompleketed. Ini membutuhkan kecerdasan semua dalam menyikapinya. Sebuah negeri tidak akan pernah maju apabila gurunya tidak bangkit.

“Maka kebangkitan guru menjadi momentum bagi kemajuan sebuah negeri. Pastikan PGRI mengambil peran itu dalam memastikan bangkitnya para guru, khususnya di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Rozi menegaskan tantangan hari ini luar biasa kompleks. Tidak hanya revoluasi industri 4.0 dengan segala macam tuntutannya yang luar biasa, bahkan terhadap setiap kebutuhan dan perubahan yang begitu cepat.

“Namun yang perlu kita mengambil peran bukan hanya sekedar menyesuaikan dari perubahan tersebut, tapi bagaimana kita bisa mengambil sebuah peran dalam sebuah era yang disebut dengan Smart Society 5.0. Dimana nilai-nilai kemanusian menjadi pondasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” terangnya.

Lebih lanjut Rozi menjelaskan kemajuan teknologi dan informasi hanya menjadi alat bagaimana manusia melakukan percepatan akselerasi dalam memenuhi kebutuhannya. Tetapi diatas itu semua adalah nilai-nilai kemanusiaan yang itu tidak dimiliki oleh makhluk lain dan itu hanya ada pada manusia.

“Saya berharap PGRI mampu mengambil peran itu. Ini tantangan global yang harus kita jadikan bukan sebagai hambatan tetapi tantangan agar bisa mampu mengatasinya,” pungkasnya. (wan)