Monday, May 20, 2024
Depan > Pemerintahan > Pemkot Probolinggo Studi Referensi di Kabupaten Probolinggo

Pemkot Probolinggo Studi Referensi di Kabupaten Probolinggo

Reporter : Mujiono
SUKAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melakukan studi referensi di Kabupaten Probolinggo terkait dibukanya destinasi wisata kondisi Pemberlakuan Penerapan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, Rabu (22/9/2021) di ruang pertemuan Wisma Ucik Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.

Tim studi referensi dipimpin langsung Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin diikuti anggota Forkopimda dan segenap pejabat OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo. Rombongan ini disambut oleh Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko didampingi Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo dan segenap pejabat OPD Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Momentum ini sangat penting dilakukan antara Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo dengan ketentuan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo untuk melakukan komunikasi dan kolaborasi. Dengan adanya wujud kerjasama yang baik dalam menghadapi tantangan kedepannya, nantinya dapat membangkitkan perekonomian masyarakat.

Kota Probolinggo yang masuk Level 2 beberapa hari yang lalu setelah Kabupaten Probolinggo yang sudah lama masuk Level 2 PPKM memiliki komitmen bersama untuk penanganan Covid-19. Melalui studi referensi antara Kota Probolinggo dengan saudara tuanya yaitu Kabupaten Probolinggo sama-sama berjuang agar tidak terjadi lonjakan penularan Covid-19.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menyampaikan kegiatan studi referensi Kota Probolinggo kepada Kabupaten Probolinggo yang dianggap suadara tua, sama-sama membuat konsep terkait dibukanya destinasi wisata seperti destinasi wisata nasional Bromo Tengger Semeru. “Aturan dan kebijakan Kota maupun Kabupaten Probolinggo untuk disamakan tanpa ada perbedaan,” ujarnya.

Sementara Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko menjelaskan bahwa dunia wisata sudah menjadi hal yang luar biasa. Setelah Kabupaten Probolinggo diputuskan turun pada level 2 (dua) telah memberanikan untuk dibukanya tempat-tempat wisata dan proses pendidikan pembelajaran tatap muka. Ada dampak terhadap perekonomian masyarakat khususnya membangkitkan kembali UKM dengan syarat utama menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Oleh karena itu, kita harus bersinergi dan berkolaborasi menangani permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Kerjasama antar daerah itu untuk kesejahteraan masyarakat. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan saling mendukung perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Dihari yang sama, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin beserta tim studi referensi Kota Probolinggo bersama Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dan segenap OPD Pemkab Probolinggo menuju lokasi wisata Seruni Point Bromo Tengger Semeru Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. (y0n)