Thursday, September 23, 2021
Depan > Pemerintahan > Pemkab Tinjau Pos Penyekatan Larangan Mudik

Pemkab Tinjau Pos Penyekatan Larangan Mudik

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan peninjauan pos penyekatan larangan mudik, Selasa (11/5/2021) malam. Peninjauan ini dilakukan di 5 (lima) titik pos penyekatan larangan mudik di Kabupaten Probolinggo.

Peninjauan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo atas nama Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE terbagi dalam 2 (dua) tim. Tim pertama dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto dan Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Tatok Krismarhento dengan sasaran Pos Penyekatan Rest Area Tongas, Exit Tol Probolinggo Barat dan ExitTol Leces.

Sementara tim kedua dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono dengan sasaran Pos Penyekatan Paiton dan Pos Pantau Kraksaan.

Dari peninjauan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengaku sudah ada penurunan jumlah kendaraan yang melintas dari kendaraan kecil dari luar kota dengan tujuan khusus (urusan pekerjaan atau urusan yang lain). Sedangkan jalan didominasi oleh kendaraan besar yang mengangkut barang, material dan BBM.

“Hari ini tidak ditemukan kejanggalan berupa angkutan barang yang ditumpangi orang/manusia. Angkutan umum yang mengangkut orang dengan tujuan khusus sudah banyak yang menunjukan surat tujuan jalan baik itu bekerja atau urusan dagang,” katanya.

Menurut Heri, kendaraan keluarga yang tidak dapat menunjukan surat tujuan kunjungan khusus akan dibalik arah oleh petugas kepolisian dan Dishub. Namun hal ini hanya ada berkisar kurang dari 5 kendaraan. Sebagian besar dari wilayah rayonisasi wilayah 2 (Malang raya dan Pasuruan).

“Sedangkan orang yang ditenggarai dari luar kota utamanya dari luar provinsi dan luar kota dari zona-zona rawan Covid-19 diarahkan untuk swab oleh petugas kepolisian dan Dinkes. Hari ini (tanggal 11 Mei 2021) terdapat kurang dari 10 orang,” jelasnya.

Mengingat Kabupaten Probolinggo termasuk daerah perbatasan 3 kabupaten dan satu kota, maka juga ada petugas dari Inspektorat Provinsi Jawa Timur dan Badan Kepegawaian Jawa Timur untuk memantau ASN yang melakukan perjalanan bukan tujuan dinas.

“Namun sejak mulai diberlakukan larangan mudik tanggal 6 Mei 2021 sampai saat ini tidak ditemui ASN yang melanggar ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Pengendalian Trasportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (wan)