Sunday, September 26, 2021
Depan > Pemerintahan > Pemkab Sosialisasikan Pelestarian Naskah Kuno

Pemkab Sosialisasikan Pelestarian Naskah Kuno

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) memberikan sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat dalam penyimpanan, perawatan, pelestarian dan pendaftaran naskah kuno pada 26 April hingga 3 Mei 2021.

Kegiatan ini dilaksanakan di 5 (lima) desa di Kabupaten Probolinggo meliputi Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton, Desa Andungbiru Kecamatan Tiris, Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih dan Desa Sumber Kecamatan Sumber.

Di setiap lokasi, sosialisasi pelestarian naskah kuno ini diikuti oleh masyarakat, tokoh masyarakat dan kepala desa (kades). Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Pustakawan Dispersip Kabupaten Probolinggo terkait restorasi (mengembalikan) naskah kuno dan preservasi (mengalihkan mediakan) dalam bentuk lain naskah kuno sehingga bisa awet dan tulisannya bisa dibaca.

Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Abdu Halim melalui Kepala Bidang Perpustakaan Suryana Nuring Perbawani mengatakan naskah kuno merupakan semua dokumen tertulis yang tidak dicetak atau tidak diperbanyak dengan cara lain, baik yang ada didalam negeri maupun di luar negeri yang berumur sekurang-kurangnya 50 tahun.

“Selain itu, naskah kuno ini mempunyai nilai penting bagi kebudayaan nasional, sejarah dan ilmu pengetahuan serta menggambarkan perubahan pada masyarakat yang terjadi pada zamannya,” katanya.

Menurut Nuring, kegiatan ini bertujuan untuk melindungi naskah kuno dengan mengalihmediakan dari tulisan kepada bentuk lain supaya orang tahu kalau pada daerah tersebut memiliki naskah kuno yang menceritakan identitas daerah tersebut. Serta untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam hal ini melalui Kepala Desa dan tokoh masyarakat tentang apa itu naskah kuno.

“Jangan sampai naskah kuno ini diambil daerah lain. Paling tidak masyarakat tahu bahwa naskah kuno itu tiada ternilai harganya dan sangat berharga sekali. Dengan demikian masyarakat bisa turut serta melestarikan naskah kuno,” jelasnya.

Nuring menjelaskan naskah kuno di setiap daerah berbeda-beda dan memiliki cerita tersendiri. Misalnya di Desa Sumber Kecamatan Sumber yang berisi legenda dan sejarah asal usul daerah, di Desa Jabung Candi Kecamatan Paiton berisikan sejarah peninggalan zaman Kerajaan Majapahit, di Desa Andungbiru Kecamatan Tiris menceritakan seorang tokoh Kerajaan Majapahit yang melakukan semedi di daerah tersebut serta Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura terkait dengan hukum adat masyarakat Tengger.

“Melalui kegiatan ini kami mengharapkan masyarakat bisa bersama-sama bisa menggali dan memberikan informasi terkait keberadaan naskah kuno yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo agar bisa dilestarikan dan didayagunakan oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (wan)