Wednesday, April 21, 2021
Depan > Pemerintahan > Pemkab Sidak Gudang Bulog Klaseman dan PG Wonolangan

Pemkab Sidak Gudang Bulog Klaseman dan PG Wonolangan

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dalam rangka menyikapi tingginya harga gula serta ketersediaan beras di Kabupaten Probolinggo, Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo yang digawangi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Klaseman Kecamatan Gending dan PG Wonolangan di Kecamatan Dringu, Senin (16/3/2020).

Sidak yang dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko ini diikuti oleh anggota Satgas Pangan Kabupaten Probolinggo yang juga Kanit Tipiter Polres Probolinggo Ipda Djuwantoro Setyo, Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Achmad Aruman, Kabag Perekonomian dan SDA Susilo Isnadi serta perwakilan dari Dinas Kesehatan serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo.

Lokasi pertama yang dikunjungi oleh Tim Gabungan Pemkab Probolinggo adalah Gudang Bulog Klaseman Kecamatan Gending. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan beras yang ada di Gudang Bulog Klaseman bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Dari hasil dialog yang dilakukan diperoleh informasi bahwa ketersediaan beras di Gudang Bulog Klaseman masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Probolinggo hingga satu tahun ke depan. “Alhamdulillah, stok beras yang ada di Gudang Bulog Klaseman cukup untuk dikonsumsi masyarakat dalam waktu satu tahun ke depan,” kata Wabup Timbul.

Selanjutnya sidak dilakukan di PG Wonolangan Kecamatan Dringu. Kedatangan Wabup Timbul dan Tim Gabungan Pemkab Probolinggo diterima oleh General Manager (GM) PG Wonolangan Subagyo.

Dalam sidak tersebut terungkap bahwa stok gula yang tersedia di gudang penyimpanan PG Wonolangan hanya sekitar 180 ton saja. Jumlah tersebut diprediksi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula warga kabupaten Probolinggo maksimal untuk 2 pekan mendatang.

“Ternyata stok gula yang tersedia ini sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu harus ada tindakan atau langkah-langkah strategis guna menambah stok gula. Dengan demikian harga gula dapat ditekan kembali ke harga normal,” jelas Wabup Timbul.

Menurut Wabup Timbul, harga gula di pasaran yang mencapai Rp 17.000 per kilogram ini sangat memberatkan masyarakat. “Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meringankan beban masyarakat adalah dengan terus melakukan operasi pasar,” tegasnya.

Sementara GM PG Wonolangan Subagyo mengungkapkan stok gula yang hanya 180 ton tersebut akan segera bertambah seiring dimulainya musim giling pada pertengahan bulan April mendatang.

“Saat musim giling kita bisa produksi hingga sekitar 20.000 ton. Tapi jika melihat trennya tahun ini kami optimis hanya akan mampu memproduksi sebanyak 16.000 ton gula. Ketika musim giling nanti gudang akan terisi dan harganya juga akan perlahan turun. Jangan khawatir, stok gula digudang tiidak akan kami biarkan kosong,” katanya. (wan)

cww trust seal