Monday, February 26, 2024
Depan > Pemerintahan > Pemkab Probolinggo Gelar Fit & Proper Test ASN

Pemkab Probolinggo Gelar Fit & Proper Test ASN

Reporter : Hendra Trisianto

KRAKSAAN – Sebanyak 148 Pejabat Struktural eselon IVa dan IVb di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengikuti Fit and Proper Test ASN – “Assessment/Penilaian Potensi & Kompetensi Manajerial,” di ruang Tengger Lantai 4 Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (02/04/2018).

Selain harus golongan eselon IV, pegawai yang mengikuti kegiatan ini harus memenuhi beberapa kriteria yaitu, memiliki masa kerja minimal 18 tahun ke atas dan berusia maksimal 53 tahun, atau 5 tahun sebelum usia pensiun.

Sedangkan tenaga profesional yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah 9 orang yang terdiri dari tim Assessor dan tim administrasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan penilaian akan memakan waktu selama 6 (enam) hari, hal ini dikarenakan seluruh peserta akan dibagi menjadi tiga gelombang, dan masing-masing gelombang akan dilakukan penilaian selama dua hari.

Kegiatan yang baru kali pertama dilaksanakan oleh Pemkab Probolinggo ini secara resmi dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo Tjahjo Widodo SH M.Hum. Dalam Sambutanya Tjahjo Widodo mengapresiasi terlaksananya kerjasama ini.
Menurutnya, mewujudkan ASN yang berintegritas dan profesional dalam bekerja menjadi sebuah kewajiban mutlak bagi setiap instansi pemerintah.

“Hal tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi menjawab tuntutan masyarakat dalam rangka pelayanan publik yang optimal dan pengembangan Aparatur Sipil Negara,” jelas Tjahjo Widodo.

Pj. Bupati Tjahjo Widodo berharap melalui kegiatan ini akan didapatkan data hasil penilaian. Data yang nantinya akan sangat berguna bagi organisasi dalam mengelola pegawai-pegawai terbaik, melakukan perencanaan suksesi, serta menyiapkan calon-calon potensial pegawai profesional yang dapat diberikan tanggung jawab dalam jabatan manajerial maupun struktural.

“Data tersebut akan menjadi dasar kita dalam pengembangan sumber daya manusia dan manajemen tata kelola pegawai yang berbasis kompetensi dalam organisasi, dalam rangka mencapai prestasi puncak organisasi,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo, Abdul Halim dalam laporannya mengemukakan, pelaksanaan Fit and Proper Test ASN ini akan menitik beratkan kepada beberapa tes intelegensia serta media diskusi grup atau Leaderless Group Discussions (LGD).

“Setiap ASN pada masing-masing gelombang akan menjalani tes psikologi dan tes wawancara. Selain itu, kegiatan ini juga akan diwarnai dengan diskusi-diskusi dengan peserta terbatas hanya tujuh sampai delapan orang. ini untuk mengetahui problem analisa masing-masing ASN,” ungkap Abdul Halim.

Lebih lanjut Abdul Halim memaparkan, sasaran yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut adalah untuk mengetahui kesenjangan kompetensi antara standard kompetensi yang sudah ditetapkan dan kompetensi yang dimiliki ASN. Selain itu lanjutnya adalah untuk memetakan seluruh peserta ke dalam empat kuadran kompetensi.

“Kuadran 1 adalah kualifikasi dan kompetensi serta berkinerja baik, kuadran 2 kualifikasi dan kompetensi rendah, tetapi dengan kinerja baik. Lanjut kuadran 3 yaitu kualifikasi dan kinerja baik, tetapi kinerja rendah dan kualifikasi 4 yang menyebutkan kualifikasi, kompetensi serta kinerja rendah, ” paparnya.

Sujarwatiningsih, Kasubag Perencanaan dan Keuangan pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo adalah salah satu dari sekian banyak ASN yang mengikuti Fit and Proper Test tersebut. Sejak awal ia tampak begitu bersemangat mengikuti kegiatan ini. Ia optimis akan masuk dalam kuadran terbaik dalam penilaian ini. “Ini merupakan kesempatan emas bagi kami dalam menginterpretasikan diri selaku abdi negara dan bagian dari pada Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” tutup ibu tiga orang anak ini. (dra)