Wednesday, June 19, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 Secara Virtual

Pemkab Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 Secara Virtual

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah tahun 2024 yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI secara virtual, Senin (12/2/2024).

Selain Kabupaten Probolinggo, rakor pengendalian inflasi yang membahas langkah konkret pengendalian inflasi di daerah tahun 2024 ini diikuti oleh seluruh Gubernur serta Bupati/Wali Kota di Indonesia.

Untuk Kabupaten Probolinggo, rakor ini diikuti secara virtual dari Mapolres Probolinggo oleh Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, S.Sos., M.Si dan jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo. Sementara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mengikuti secara virtual dari ruang pertemuan Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian menyampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis untuk inflasi bulan Januari 2024 berada pada angka 2,57%. Angka ini sangat baik karena menurun dari bulan Desember 2023 year on year berada pada angka 2,61%.

“Kita lihat dari grafik selama 4 bulan terakhir relatif cukup stabil. Sebagaimana kita ketahui target pemerintah dan Tim Pengendalian Inflasi pusat pada tahun 2024 adalah 2,5 plus minus 1 persen. Artinya tertinggi 3,5 persen dan terendah 1,5 persen,” ujarnya.

Mendagri mengaku bersyukur karena inflasi dari bulan ke bulan dari Desember 2023 terhadap Januari 2024 ini menurun tajam 0,04% yang di bulan Desember 2024 di 0,41%. Hal ini persis seperti prediksi itu lebih didorong oleh adanya event besar berupa libur Natal dan Tahun Baru yang cukup panjang.

“Hal tersebut berimbas kepada sektor transportasi terjadi kenaikan dan masyarakat banyak yang mobile (bergerak). Selain itu banyaknya yang rekreasi. Ini yang menyebabkan inflasi di bulan Januari 2024 turun drastis dari 0,41 persen menjadi 0,04 persen,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan paparan oleh Badan Pangan Nasional, Badan Pusat Statistik, Bulog, Jamdatun Kejaksaan Agung RI, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kedeputian III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden, Satgas Pangan Polri dan TNI.

Usai mengikuti rakor tersebut, Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo akan terus memantau harga-harga sembako di lapangan.

“Alhamdulillah, sampai hari ini untuk Kabupaten Probolinggo masih normal-normal saja. Tetapi kita sudah memulai beberapa hari sebelumnya melakukan intervensi melalui tim terkait agar harga-harga sembako tidak melonjak seperti di daerah-daerah lain,” katanya.

Menurut Pj Bupati Ugas, pihaknya akan terus menjaga harga sembako tetap stabil sampai menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. “Insya Allah kita akan terus bergerak memantau dan mengendalikan harga demi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)