Thursday, July 29, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Workshop Tata Laksana Usaha Koperasi

Pemkab Gelar Workshop Tata Laksana Usaha Koperasi

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dalam rangka peningkatan kelembagaan dan organisasi koperasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar workshop tata laksana usaha koperasi di aula Kantor Dekopinda Kabupaten Probolinggo di Desa Tamansari Kecamatan Dringu, Selasa (17/9/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta terdiri dari unsur dosen, perguruan tinggi di Kabupaten Probolinggo, organisasi kepemudaan dan komunitas milenial di Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Faisol Husni dari Dekopinwil Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Siti Khoiriyah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan dan membangun mindset koperasi sesuai dengan jati diri koperasi. “Selain itu membangun partisipasi aktif generasi milenial untuk berkoperasi serta mencetak inovator usaha koperasi berbasis generasi milenial,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan sebagaimana tema Hari Koperasi Nasional ke-72 tahun 2019 “Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0”, koperasi harus menyesuaikan diri dengan perkembangan regulasi dan teknologi yang semakin pesat di era revolusi industri 4.0 serta menjadi kekinian dan menarik bagi generasi milenial.

“Mendengar kata “re-branding” yang tersirat dalam benak kita, hal ini merupakan langkah untuk menuju perubahan besar. Re-branding koperasi disini untuk membangun mindset koperasi kekinian bagi generasi milenial serta merubah sistem tata kelola melalui reformasi total terhadap kepranataan koperasi yang sudah berjalan selama ini,” katanya.

Menurut Anung, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo pada tahun 2019 ini mulai mencanangkan program “re-branding koperasi”. Dengan konsep membangun mindset koperasi bagi generasi milenial melaui “Kurikulum Kewirausahaan Berbasis Koperasi” pada perguruan tinggi, membangun jatidiri koperasi sejak dini melalui program-program edukasi literasi koperasi serta mengembangkan koperasi digital, start up koperasi, komunitas koperasi dan wisata koperasi.

“Melalui program re-branding koperasi ini diharapkan dapat merubah cara pandang atau minsdet terhadap koperasi sebagai suatu usaha bersama dalam wadah koperasi yang dapat bergerak disemua sektor usaha dengan berlandaskan atas azaz kekeluargaan dan gotong royong. Serta dapat merangkul generasi milenial untuk dapat berpartisipasi aktif dalam berkoperasi,” jelasnya.

Anung menerangkan untuk mewujudkan re-branding koperasi tersebut, aspek tata laksana koperasi harus benar-benar menjadi pijakan dalam mewujudkan koperasi kekinian bagi generasi. “Dalam kesempatan ini, aspek tata laksana organisasi usaha yang menjadi fokus dalam agenda workshop. Bagaimana tata laksana usaha koperasi yang sesungguhnya agar koperasi dapat melaksanakan pembaharuan dan mewujudkan korporasi koperasi di era kekinian dengan tetap berpegangan teguh pada jatidiri koperasi,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal