Wednesday, October 27, 2021
Depan > Kesehatan > Pemkab Gelar Workshop Kader Posyandu Kesehatan Jiwa

Pemkab Gelar Workshop Kader Posyandu Kesehatan Jiwa

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar workshop kader posyandu kesehatan jiwa di ruang pertemuan Labkesda Kabupaten Probolinggo, Selasa hingga Jum’at (12-15/11/2019).

Kegiatan yang didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2019 ini diikuti oleh kader kesehatan sebanyak 2 orang dari 33 puskesmas masing-masing selama 2 (dua) hari.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dantonia Anugrah Permanasari mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di wilayah Kabupaten Probolinggo. “Serta untuk dapat terwujudnya posyandu kesehatan jiwa di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Nia menjelaskan sehat adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial dan tidak sekedar terbebas dari keadaan cacat dan kematian. Definisi sehat ini berlaku bagi perorangan maupun penduduk (masyarakat). Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor yang saling berinteraksi yaitu, lingkungan, perilaku, keturunan dan pelayanan kesehatan.

“Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi mental sejahtera yang memungkinkan hidup harmonis dan produktif sebagai bagian yang utuh dari kualitas hidup seseorang dengan memperhatikan semua segi kehidupan manusia dengan ciri menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya, mampu menghadapi tekanan hidup yang wajar, mampu bekerja produktif dan memenuhi kehidupan hidupnya, dapat berperan serta dalam lingkungan hidup, menerima dengan baik apa yang ada pada dirinya, merasa nyaman bersama orang lain. Jadi kesehatan jiwa (mental) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan,” jelasnya.

Menurut Nia, berbagai faktor yang terjadi menjadi salah satu penyebab munculnya masalah kesehatan jiwa. Gangguan kesehatan jiwa menimbulkan penderitaan bagi individu dan keluarganya, baik mental maupun materi. Pengertian, pengetahuan dan stigma masyarakat terhadap penderita jiwa yang dianggap hina dan memalukan, pemahaman yang masih kurang tentang kesehatan jiwa di berbagai kalangan di dukung mayoritas oleh faktor kemiskinan keluarga.

“Salah satu ujung tombak untuk menghapus stigma tersebut adalah dengan adanya kader dan pelayanan posyandu kesehatan jiwa. Disana penderita gangguan jiwa mendapat perhatian yang baik dan tidak di anggap sebelah mata untuk bisa pulih dan menjadi produktif. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan workshop kader posyandu kesehatan jiwa,” pungkasnya. (wan)