Wednesday, August 4, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Sertifikasi Uji Kompetensi Bagi UMKM Secara Mandiri

Pemkab Gelar Sertifikasi Uji Kompetensi Bagi UMKM Secara Mandiri

Reporter : Hendra Trisianto
PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar sertifikasi uji kompetensi bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara mandiri, Kamis (27/8//2020).

Kegiatan yang diikuti oleh 35 orang peserta dari para pelaku UMKM baik dari sektor batik, makanan, minuman dan handycraft yang tersebar di 24 kecamatan ini dihadiri tim penguji Niko Sutrisno dan Aryati dari Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Wirausaha dan Produktivitas Merdeka (LSP MWPM) Universitas Merdeka Malang.

Pelaksanaan sertifikasi uji kompetensi bagi UMKM secara mandiri yang dilaksanakan di aula Rumah UMKM Kabupaten Probolinggo ini tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebelum memasuki aula, para pelaku UMKM harus cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, pengukuran suhu tubuh dengan thermo gun, memakai masker, jaga jarak dan tidak kontak fisik.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan pelaksanaan uji kompetensi ini diawali dengan kegiatan sekolah bisnis yang dilaksanakan di Rumah UMKM pada masa sebelum pandemi COVID-19.

“Dimana sekolah bisnis tersebut yang awalnya direncanakan 8 kali pertemuan, namun karena adanya pandemi COVID-19 maka kegiatan sekolah bisnis hanya terlaksana 2 kali. Walaupun hanya 2 kali, uji kompetensi sebagai kegiatan lanjutan tetap terlaksana,” katanya.

Anung bersyukur, karena di tengah pandemi COVID-19 seperti ini para pelaku UMKM masih semangat mengikuti kegiatan sertifikasi uji kompetensi walaupun harus menggunakan biaya sendiri (UMKM Mandiri).

“Sampai saat ini UMKM yang sudah terfasilitasi sertifikasi semacam ini sudah kurang lebih 100 UMKM binaan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo. Namun saat ini harus mandiri karena adanya pemangkasan anggaran terkait penanganan COVID-19,” jelasnya.

Menurut Anung, pelaksanaan uji kompetensi ini dimaksudkan untuk membantu para pelaku UMKM untuk mendapatkan pengakuan kompeten atas produk yang ditekuni, baik di bidang produksi maupun pemasaran. “Tujuannya supaya jumlah UMKM Kabupaten Probolinggo yang bersertifikasi meningkat sehingga nantinya bisa menjadi UMKM unggulan Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Anung menambahkan manfaat dari sertifikasi bagi UMKM ini diantaranya diakui dan dicatat oleh negara tentang ketrampilan/skill yang dimiliki oleh UMKM. Selain itu sebagai tanda bukti keahlian UMKM dan sebagai tambahan portofolio kebonafidan UMKM bila diperlukan dalam menjalin mitra kerja/rekanan,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal