Thursday, July 29, 2021
Depan > Pemerintahan > Pemkab Gelar Seminar Pencegahan Konflik Pilkades

Pemkab Gelar Seminar Pencegahan Konflik Pilkades

Reporter : Syamsul Akbar
KURIPAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar seminar pencegahan konflik dalam pemilihan kepala desa (pilkades) di aula KPRI KOPPI SEMI Kecamatan Kuripan, Rabu (22/1/2020).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Camat Kuripan Saniwar ini diikuti oleh 200 orang peserta terdiri dari kepala desa dan perangkat desa, pemuda (Karang Taruna dan Gerakan Pemuda Ansor), perempuan (Muslimat dan Fatayat NU), tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Kuripan.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari beberapa narasumber. Yakni, Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo memberikan penekanan pencegahan konflik di masyarakat dalam pilkades dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo tentang sistem pemerintahan desa dalam NKRI.

Selanjutnya, Bagian Hukum Setda Kabupaten Probolinggo tentang Perbup Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa serta Kapolsek Kuripan dan Danramil Kuripan tentang pengamanan wilayah.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam menghadapi Pilkades serentak tahun 2020.

“Kami menginginkan dengan adanya kegiatan pesta demokrasi ini Kabupaten Probolinggo tetap dalam situasi kondusif. Dengan memberikan pemahaman tentang proses tahapan dan pasca pilkades lebih awal, harapannya masyarakat desa lebih dewasa dalam pendidikan politik tingkat desa,” katanya.

Sementara Kasubbid. Kajian Ekonomi, Sosial dan Budaya Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Adimas Lutfi Putrajaya mengungkapkan seminar pencegahan konflik dalam pilkades ini rencananya akan dilaksanakan di 4 (empat) kecamatan. “Kegiatan ini lebih difokuskan pada daerah dataran tinggi dan tempat-tempat yang rawan konflik saat pelaksanaan pilkades,” ungkapnya.

Menurut Adimas, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang tahapan pelaksanaan pilkades sesuai dengan Perbup Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa sehingga bisa mencegah terjadinya konflik. Jika masyarakat sudah paham, maka tidak akan terjadi konflik dalam tahapan pilkades.

“Melalui kegiatan ini harapannya Kabupaten Probolinggo bisa bebas dari konflik dalam pilkades. Paling tidak bisa meminimalisir terjadinya konflik, sehingga pasca pilkades tidak muncul konflik yang berkelanjutan. Dengan demikian suasana akan tetap aman dan kondusif,” harapnya. (wan)

cww trust seal