Thursday, June 17, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Rakor Perkoperasian

Pemkab Gelar Rakor Perkoperasian

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar rapat koordinasi (rakor) perkoperasian di aula Kantor Dekopinda (Dewan Koperasi Indonesia Daerah) Kabupaten Probolinggo di Desa Tamansari Kecamatan Dringu, Rabu (2/10/2019).

Rakor yang dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya dan PKPRI Kabupaten/Kota Probolinggo ini diikuti oleh 45 orang peserta terdiri dari unsur KPRI, KUD, KSU, KSP, koperasi wanita (kopwan), KSPPS Wanita, FK2W (Forim Komunikasi Koperasi Wanita) serta Forum KSPPS Wanita.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menyampaikan bahwa banyak permasalahan yang timbul dalam perkoperasian. Oleh karena itu, koperasi harus kembali ke khittahnya, jatidiri koperasi,

“Koperasi, khususnya simpan pinjam bisa melayani anggota dan calon anggota antar anggota koperasi lainnya. Tidak boleh keluar dari ranah tersebut. Karena terkadang koperasi menghimpun dana dari masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan pengurus sehingga menimbulkan dampak negatif masyarakat terhadap koperasi,” katanya.

Sementara Kasi Penyuluhan dan SDM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Josef Teguh Sulaksono mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menjaring aspirasi usulan kegiatan yang bisa dilaksanakan pada tahun 2020 yang akan datang. Dimana usulan terbanyak adalah peningkatan SDM koperasi.

“Peningkatan SDM koperasi ini sangat diperlukan, karena pengurus koperasi selalu terjadi pergantian untuk menjaga keberlangsungan di dalam menjalankan koperasi. SDM ini harus selalu diupgrade setiap tahun agar keberlangsungan koperasi bisa terus berjalan,” katanya.

Menurut Josef, rata-rata setiap 3 hingga 4 tahun akan terjadi pergantian pengurus dalam koperasi. “Hal ini penting dilakukan agar kesinambungan usaha koperasi tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.

Josef menerangkan rakor ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi atas apa yang sudah dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo selama tahun 2019. Salah satunya adalah berkaitan dengan pembinaan.

“Apa yang sudah kita lakukan kemarin dari setiap informasi yang ada disampaikan ke pengurus koperasi. Artinya, semua pengurus koperasi yang mendapatkan informasi dalam setiap pertemuan wajib untuk menyampaikan kepada anggota lainnya. Karena selama ini terkadang informasi yang kita sampaikan kepada pengurus tidak pernah diteruskan kepada pengurus yang lainnya,” terangnya.

Terkait dengan rencana Kabupaten Probolinggo menjadi tuan rumah peringatan Hari Koperasi Nasional ke-73 tahun 2020 tingkat Provinsi Jawa Timur jelas Josef, harapannya setiap insan koperasi bisa mempersiapkan diri untuk kegiatan tersebut. Salah satunya, RAB bisa dimatangkan dalam anggaran tahun 2020. “Harapannya peringatan Hari Koperasi Nasional ke-73 di Kabupaten Probolinggo bisa berlangsung lebih meriah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 tahun 2019 Sugianto melaporkan kegiatan yang sudah dilakukan. Salah satunya berupa pemberian paket sembako melalui program koperasi peduli. Sedikitnya ada 1.250 paket sembako yang sudah disiapkan. Yakni, 250 paket di Kecamatan Kuripan serta 400 paket sembako di Desa Wangka Kecamatan Gading Desa Sumberrejo Kecamatan Tongas dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-72. (wan)

cww trust seal