Sunday, September 26, 2021
Depan > Pemerintahan > Pemkab Gelar Rakor Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2021

Pemkab Gelar Rakor Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2021

Reporter : Mujiono
PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan anggota Forkopimda Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) menjelang Libur Natal dan Tahun Baru 2021 dimasa pandemi Covid-19, Rabu (23/12/2020) siang di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Rakor bersama Forkopimda tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo, Kapolres Probolinggo AKBP Ferdi Irawan, Kapolresta Probolinggo AKBP Raden Muhammad Jauhari, Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo Adhryansah.

Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Yulius Christian dan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Probolinggo Roby Siswanto.

Usulan-usulan yang disampaikan oleh anggota Forkopimda Kabupaten Probolinggo dalam acara rakor menjelang Libur Natal dan Tahun Baru 2021 dimasa Pandemi Covid-19 kepada Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE melalui press releasenya dihadapan awak media dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 selama libur Natal dan Tahun baru 2021 dan pembelajaran tatap muka semester genap dalam masa pandemi.

Menurut Bupati Tantri, dengan ikhtiar bersama masyarakat Kabupaten Probolinggo bahwa kegiatan ibadah dan perayaan hari Natal dilaksanakan secara sederhana dan lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga. Dapat dilaksanakan secara berjamaah/kolektif di rumah ibadah dengan maksimal 25% dari kapasitas ruangan dan dapat disiarkan secara daring. Pengurus dan pengelola rumah ibadah juga berkewajiban menyiapkan sarana dan prasarana yang aman terhadap Covid-19 di rumah ibadah.

“Selain itu, juga menerapkan dan menegakkan protokol kesehatan (3M) di rumah ibadah dan mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tidak menjalankan kolekte/kantong persembahan secara berpindah-pindah antar jemaat. Jemaat berkewajiban senantiasa menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan (3M), membawa Alkitab pribadi dan hand sanitizer,” katanya.

Bupati Tantri juga mengharapkan, anak-anak dibawah usia 12 tahun dan jemaat yang lanjut usia diatas 60 tahun serta yang merasakan sakit agar mengikuti ibadah atau perayaan Natal secara daring di rumah masing-masing dan menjadi Patriot Sehat yang menginspirasi keluarga dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pada perayaan Tahun Baru 2021, untuk sementara waktu destinasi wisata alam/buatan, hotel, cafe dan restoran/rumah makan dilakukan pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 30% mulai tanggal 23 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021 dan akan ditinjau kembali perkembangan penanganan Covid-19. Pengelola destinasi wisata alam/buatan, hotel, kafe dan restoran/rumah makan dilarang mengadakan kegiatan hiburan musik/budaya dan pertemuan komunitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan. “Selama pembatasan destinasi wisata, pelaku usaha melakukan penyemprotan dan kebersihan di lingkungan usahanya,” tegasnya.

Sedangkan usaha swalayan, toko modern, cafe dan restoran/rumah makan sementara waktu pelaku usaha swalayan dan toko modern memberikan layanan konsumen mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB terhitung mulai tanggal 23 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021 dan akan ditinjau kembali sesuai perkembangan penanganan Covid-19. “Selama pembatasan ini berlaku, pelaku usaha untuk melakukan penyemprotan dan kebersihan di lingkungan ushanya,” terangnya.

Untuk kegiatan pembelajaran tatap muka semester genap 2020/2021 dilakukan dengan tahapan melakukan analisis kesiapan sekolah dan warga sekolah (peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, wali murid dan komite sekolah) dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka, melakukan analisis perkembangan penanganan Covid-19 selama libur Natal dan menyambut Tahun Baru 2021 dalam masa pandemi dan melakukan sosialisasi keputusan bersama empat menteri.

“Hal lain adalah meningkatkan koordinasi, komunikasi, kolaborasi dan sinergi bersama pemangku pendidikan jajaran Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan selama persiapan, pemangku pendidikan melakukan penyemprotan dan kegiatan kebersihan di lingkungan sekolah/madrasah,” ungkapnya.

Selanjutnya Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari bersama anggota Forkopimda Kabupaten Probolinggo melakukan penandatanganan Ikhtiar Bersama Satgas Penanganan Covid-19 dalam penegakan protokol kesehatan dan memelihara keamanan ketertiban masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2021 dan pembelajaran tatap muka semester genap dalam masa pandemi Covid-19. (y0n)