Thursday, September 23, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Bimtek Pra Penilaian Kesehatan Bagi Koperasi

Pemkab Gelar Bimtek Pra Penilaian Kesehatan Bagi Koperasi

Reporter : Syamsul Akbar
SUKAPURA – Dalam rangka peningkatan dan pengembangan usaha koperasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar bimbingan teknis (bimtek) pra penilaian kesehatan bagi koperasi di Hotel Nadia Kecamatan Sukapura, Selasa hingga Kamis (22-24/6/2021).

Kegiatan yang diikuti oleh pengurus KPRI dan Koperasi Wanita (Kopwan) se-Kabupaten Probolinggo dengan narasumber Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari serta Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta kompetensi para pengurus koperasi yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Keberadaan koperasi saat ini terlalu banyak kendala mulai dari akses permodalan hingga pemasaran. Oleh karena itu saya mengajak mari bersama-sama untuk melakukan penyempurnaan dalam pengelolaan koperasi,” katanya.

Menurut Hasyim, pada zaman dahulu image koperasi di masyarakat itu lebih dominan negatif jika dibandingkan dengan image positif. “Sering kali kita mendengar berita-berita bahwa dana koperasi dibawa oleh ketua dan lain sebagainya. Hal inilah yang menyebabkan image negatif dari koperasi tersebut sering muncul. Ini yang harus kita rubah terlebih dahulu,” jelasnya.

Hasyim menegaskan yang harus diperbaiki dulu adalah pola pikir atau mindset selama ini yang berorientasi pada individu bukan pada kelompok. Mindset inilah yang menyebabkan koperasi untuk sulit berkembang dan sulit mendapatkan penghargaan dari para anggota. Apabila koperasi dinilai tidak bisa memberikan manfaat bagi anggotanya maka koperasi akan ditinggal.

“Kami berharap koperasi bisa mengembangkan usaha yang bermanfaat dan menguntungkan bagi anggota. Sebab koperasi itu adalah soko guru perekonomian. Koperasi itu adalah sebuah organisasi yang kekuasaannya ada pada anggota. Maka koperasi disebut dari, oleh dan untuk anggota,” terangnya.

Lebih lanjut Hasyim meminta agar para pengurus koperasi merubah mindset bagaimana pengurus menjalankan koperasi dengan baik agar bisa bermanfaat bagi anggota. Koperasi jangan hanya fokus kepada simpan pinjam saja yang orientasinya lebih banyak yang meminjam dari pada yang menyimpan.

“Carilah sebuah inovasi agar koperasi bisa bergerak pada sektor yang lain. Misalnya bisa lebih fokus kepada penjualan online untuk mencukupi kebutuhan anggotanya. Tentu sektor ini lebih akan memajukan koperasi dari pada hanya fokus kepada simpan pinjam,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan SDM pengurus koperasi yang bergerak di sektor usaha dan perdagangan. “Disamping itu memperkuat peran koperasi dalam mendukung upaya perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan,” ujarnya.

Sebagai badan usaha jelas Anung, koperasi membutuhkan manajemen yang baik agar tujuan koperasi tercapai dengan baik dan benar. Hal yang membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya terletak pada unsur manajemen organisasi yang menggerakkan operasional koperasi yakni pengurus, pengawas, pengelola dan anggota. Pembinaan manajemen dan kewirausahaan menjadi penting dan harus dilaksanakan secara berkesinambungan serta secara komprehensif agar memberikan manfaat positif bagi koperasi dan pelaku UKM.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM perkoperasian dan bisa memberikan nilai tambah dalam peningkatan SDM pengurus/pengelola koperasi agar pengelolaan koperasi bisa dikelola lebih profesional,” pungkasnya. (wan)