Tuesday, September 28, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Bimtek Petugas Analisa Kredit

Pemkab Gelar Bimtek Petugas Analisa Kredit

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro bekerja sama dengan Dewan Koperas Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) petugas analisa kredit, Kamis (21/11/2019).

Kegiatan yang digelar di aula Kantor Dekopinda Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 40 orang peserta terdiri dari unsur KPRI, KSU dan Kopkar di Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang analisa krediat dari Yusi Erni Wulan (Lapenkopinwil Jawa Timur) dan manager resque dari Joko Rohani Sanjaya (Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo).

Kasi Penyuluhan dan SDM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Josef Teguh Sulaksono mengatakan rata-rata koperasi bergerak dalam simpan pinjam. Dengan adanya analisa kredit, pastinya kredit ini diharapkan tidak terjadi kesalahan.

“Setidaknya nantinya bisa menghindari kesalahan dalam menyalurkan kredit yang sumber dananya berasal dari anggota sendiri maupun pihak lain. Karena bagaimanapun juga, begitu terjadi kesalahan maka pelayanan kepada anggota nantinya akan terlambat,” katanya.

Melalui kegiatan ini Josef mengharapkan agar nantinya pelayanan usaha simpan pinjam bisa berkembang dengan baik. “Semua dana yang disalurkan kepada anggota itu bisa kembali dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga sukses penyaluran dan sukses pengembalian,” harapnya.

Sementara Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya mengungkapkan koperasi yang dijalankan oleh para pegawai tidak akan bangkrut dan pailit karena dipotongkan dari gaji. Tetapi kenyataannya banyak koperasi yang tumbang.

“Solusi yang dapat dilakukan agar tidak terjadi kepada koperasi fungsional yang lain adalah dengan meningkatkan ketrampilan petugas dalam menganalisa kredit dan mengurangi resiko sehingga koperasi tidak sampai bangkrut,” ungkapnya.

Joko mengharapkan agar koperasi fungsional di Kabupaten Probolinggo tidak terjadi pailit dan bangkrut dan mampu melakukan managemen resque usaha simpan pinjam. “Kendalanya sistem pengendalian internal masih lemah. Branding koperasi itu harusnya sistem dan prosesnya. (wan)