Monday, April 19, 2021
Depan > Pendidikan > Pemkab Gelar Bimtek Pembinaan Guru Pamong dan Guru Bina SMP Terbuka

Pemkab Gelar Bimtek Pembinaan Guru Pamong dan Guru Bina SMP Terbuka

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) menggelar bimbingan teknis (bimtek) pembinaan guru pamong dan guru bina SMP Terbuka di SMP Negeri 2 Kraksaan, Senin dan Selasa (23-24/11/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 136 orang peserta terdiri dari 48 orang guru pamong dan 88 orang guru bina dari 8 lembaga SMP di Kabupaten Probolinggo. Yakni, SMPN 1 Kotaanyar, SMPN 1 Pakuniran, SMPN 1 Krucil, SMPN 1 Tiris, SMPN 1 Krejengan, SMPN 1 Banyuanyar, SMPN 1 Tegalsiwalan dan SMPN 1 Wonomerto.

Selama kegiatan para guru pamong dan guru bina ini dibagi dalam 5 kelas. Mereka mendapatkan materi dari 5 (lima) orang Pengawas SMP Dispendik Kabupaten Probolinggo. Meliputi, Kelembagaan SMP Terbuka, Kurikulum SMP Terbuka, Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran di SMP Terbuka serta Paparan oleh Pengawas Tentang Konsepsi SMP Terbuka dan Pembinaan Guru Bina dan Guru Pamong SMP Terbuka.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Sudarsono mengatakan kegiatan ini bertujuan agar supaya guru pamong dan guru bina mengetahui bagaimana model pembelajaran yang ada di SMP Terbuka dengan modul pembelajaran dan pemberian tugas kegiatan ketrampilan sesuai potensi lokal.

“Harapannya nanti anak-anak setelah keluar dari SMP Terbuka bisa mandiri dalam kegiatan keterampilan yang ada di daerah itu. Keterampilannya fokusnya memang kearifan lokal untuk dikembangkan,” harapnya.

Menurut Sudarsono, SMP Terbuka bertujuan menyediakan layanan pendidikan dan keterampilan dasar dalam rangka perluasan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk kehidupannya sebagai individu, anggota masyarakat dan warga negara sesuai dengan tingkat perkembangannya dan sekaligus sebagai persiapan siswa untuk hidup di masyarakat dan/atau untuk pendidikan lanjutannya.

“Disebut terbuka karena terbuka bagi siapa saja. Oleh karena cirinya yang tidak terikat waktu dan tempat dan lebih menitikbertakan pada belajar mandiri, maka SMP Terbuka lebih banyak menerapkan pendidikan jarak jauh yang memerlukan bantuan tutor atau fasilitator.Tutor pada SMP Terbuka disebut Guru Pamong,” jelasnya.

Sudarsono menerangkan sasaran kegiatan dalam rangka peningkatan akses SMP Terbuka adalah menambah daya tamping bagi anak-anak usia 13-15 tahun tamatan SD/MI dan yang setara pada SMP Terbuka. Peningkatan daya tampung ini dilakukan secara bertahap dan diutamakan bagi anak-anak yang kurang beruntung yang tidak dapat mengikuti pendidikan di SMP Reguler karena kendala sosial ekonomi, transportasi, geografis atau harus membantu orang tua bekerja (Pro- Poor).

“Selain itu, meningkatkan mutu proses pembelajaran siswa baik secara mandiri dan kelompok di TKB (Tempat Kegiatan Belajar) maupun secara tatap muka di Sekolah Induk,” terangnya.

Melalui keberadaan SMP Terbuka ini Sudarsono mengharapkan meningkatkan prestasi hasil belajar siswa, dikuasainya kompetensi bidang ketrampilan oleh siswa sesuai dengan kondisi sosial ekonomi dan budaya serta kebutuhan daerah setempat serta meningkatkan daya tampung siswa SMP Terbuka baik melalui optimalisasi daya tampung pada TKB (Reguler dan Mandiri) yang sudah ada, pada TKB yang baru maupun pada SMP Terbuka baru.

“Selanjutnya, terserapnya anak-anak usia 13-15 tahun tamatan SD/MI dan setara yang karena berbagai kendala sosial ekonomi, geografi, transportasi atau harus bekerja membantu orang tua, untuk melanjutkan pendidikannya di SMP Terbuka, karena mereka tidak dapat mengikuti pendidikan di SMP Reguler serta terciptanya peningkatan mutu SMP Terbuka melalui perintisan SMP Terbuka berbasis TIK,” tegasnya.

Sudarsono menambahkan dengan kegiatan ini guru-gurunya bisa memahami model pembelajaran tersebut. “Tugas guru pamong untuk mencatat semua permasalahan di dalam pembelajaran yang dihadapi anak. Sedangkan guru bina menjelaskan permasalahan yang sudah diinventarisir oleh guru pamong,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal