Tuesday, October 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pembinaan Pengembangan Usaha Perbenihan Rakyat

Pemkab Berikan Pembinaan Pengembangan Usaha Perbenihan Rakyat

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perikanan (Diskan) memberikan pembinaan pengembangan Usaha Perbenihan Rakyat (UPR) “Recirculation Aquaculture Sistem-Acclimation Treatment dan Manajemen Usaha Perikanan” di aula UPT Perikanan Budidaya Air Tawar/Air Payau Diskan Kabupaten Probolinggo, Selasa (18/2/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang peserta dari unsur pelaku UPR se-Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang Recirculation Aquaculture Sistem-Acclimation Treatment atau sistem sirkulasi air dan manajemen usaha perikanan dari narasumber yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya Wahid Noor Azis mengungkapkan kegiatan ini diberikan dalam rangka untuk memberikan pembinaan kepada para pelaku UPR. Pasalnya kondisi geografis para pelaku UPR berbeda-beda, ada yang airnya berlebih dan ada pula yang kekurangan air.

“Disini para pelaku Usaha Perbenihan Rakyat mampu menerapkan sistem sirkulasi air dengan baik. Prinsipnya menggunakan kembali air yang sudah terpakai untuk budidaya ikan,” ungkapnya.

Untuk menggunakan kembali air yang sudah terpakai jelas Wahid, maka air tersebut harus ditampung dan difilter terlebih dahulu. Sehingga air yang masuk lagi ke kolam sudah dalam kondisi bersih. “Jadi air kolam tidak perlu sering dikuras. Tidak membutuhkan banyak air untuk melakukan budidaya ikan, terutama daerah yang kekurangan air,” jelasnya.

Menurut Wahid, pembinaan pengembangan UPR ini bertujuan untuk menambah pengetahuan UPR tentang sistem sirkulasi air yang dapat digunakan sebagai budidaya ikan. Selain itu, memberikan gambaran kepada pelaku UPR bagaimana cara menghemat penggunaan air melalui pemanfaatan sistem sirkulasi air. Serta mengurangi resiko penularan penyakit.

“Melalui kegiatan ini diharapkan produksi perbenihan menjadi semakin optimal sehingga pendapatan pelaku usaha perbenihan rakyat semakin meningkat. Meskipun diawal tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pemipaan dan filternya. Tetapi secara kontribusi tentunya akan menguntungkan pelaku usaha perbenihan rakyat,” harapnya.

Wahid menambahkan para pelaku UPR yang baru memulai sistem sirkulasi air tentunya merasa cukup mahal karena masih membutuhkan alat-alat spesifikasi. Tetapi pelaku UPR diharapkan bisa berimprovisasi agar mampu membuat alat yang murah.

“Harapannya pelaku usaha perbenihan rakyat bisa membuat alat yang lebih kecil dan murah. Meskipun ukurannya beda, tetapi fungsinya sama dalam hal melakukan sistem sirkulasi air yang dapat digunakan untuk budidaya ikan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)