Wednesday, October 27, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pelatihan Vokasional Koperasi Konvensional

Pemkab Berikan Pelatihan Vokasional Koperasi Konvensional

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pelatihan vokasional koperasi konvensional sebagai upaya penguatan (internalisasi) kelembagaan bagi koperasi di Kabupaten Probolinggo, Selasa hingga Kamis (25-27/8/2020) di RM Rahayu Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto ini diikuti oleh 35 orang peserta dari unsur pengurus dan pengawas koperasi fungsional di Kabupaten Probolinggo.

Selama 3 (tiga) hari, para pengurus-pengurus dan pengawas koperasi fungsional ini mendapatkan materi tentang Penguatan Jatidiri Koperasi dari Praktisi Koperasi Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji, Perpajakan Koperasi dari Konsultan Pajak M. Sidik Widjanarko dan Internalisasi Diri Koperasi dari Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya.

Pelaksanaan pelatihan vokasional koperasi konvensional ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari pengukuran suhu tubuh dengan thermo gun, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, memakai masker serta menjaga jarak aman antar peserta pelatihan. Semua ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meresfresh dan menguatkan kembali jatidiri koperasi bagi pengurus dan pengawas serta membangun manajemen koperasi yang baik menuju tata laksana koperasi yang baik (good cooperative governance).

“Kunci sukses koperasi adalah pada pemahaman dan penanaman jatidiri koperasi untuk mewujudkan azas kekeluargaan dan gotong royong pada koperasi. Namun koperasi juga harus tetap mengikuti perkembangan era ekonomi kompetitif revolusi industry 4.0 dengan mulai melaksanakan sistem kepranataan yang lebih modern dan inovatif terhadap tata laksana dan pelayanan koperasi,” katanya.

Menurut Anung, untuk mampu bersaing di era ekonomi kompetitif, koperasi harus sehat, tangguh dan mandiri. Untuk mewujudkannya, koperasi harus memiliki tata laksana koperasi yang baik.

“Dengan kepatuhan terhadap peraturan-peraturan tentang perkoperasian yang berlaku dan mengikat terhadap tata laksana koperasi. Tata laksana koperasi itu sendiri meliputi aspek organisasi, usaha dan keuangan,” jelasnya.

Untuk menjadi koperasi yang sehat dan mandiri tambah Anung, koperasi harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat keuangan. Melalui reformasi dan pembaharuan sistem kepranataan manajemen tata kelola koperasi.

“Dengan demikian, sekarang saatnya mengubah paradigma dalam dunia koperasi di Kabupaten Probolinggo. Untuk mewujudkan koperasi menjadi badan usaha yang modern, berkualitas serta berdaya saing,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Anung juga mengingatkan kepada para pengurus dan pengawas koperasi untuk bisa turut serta dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Salah satunya dengan tertib dalam penerapan protokol kesehatan.

“Wajib hukumnya kepada seluruh pengurus dan pengawas koperasi di Kabupaten Probolinggo untuk menjadi pioneer dalam mendukung program dari Ibu Bupati Probolinggo untuk menekan penyebaran COVID-19. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah patuh dan disiplin dalam memakai masker dimanapun berada. Dengan memakai masker, berarti koperasi ikut memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” pungkasnya. (wan)