Thursday, July 29, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pelatihan Peningkatan Vokasional Koperasi Syari’ah

Pemkab Berikan Pelatihan Peningkatan Vokasional Koperasi Syari’ah

Reporter : Wahed Efendi
KREJENGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pelatihan peningkatan vokasional koperasi syari’ah, Selasa hingga Kamis (10-12/11/2020) di Base Camp Ridho Oubond Desa Krejengan Kecamatan Krejengan.

Kegiatan yang digelar dalam rangka peninngkatan kualitas kelembagaan usaha koperasi, UKM melalui peningkatan kapasitas koperasi, UKM ini diikuti oleh 30 orang dari unsur pengurus dan pengawas koperasi (15 Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari’ah/KSPPS) di Kabupaten Probolinggo.

Selama 3 (tiga) hari, puluhan pengurus dan pengawas KSPPS ini mendapatkan materi tentang penguatan jatidiri koperasi dari Praktisi Koperasi Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji, pengembangan usaha koperasi dari Praktisi Koperasi Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko dan rapat anggota koperasi dari Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk menguatkan kembali jatidiri koperasi bagi pengurus dan pengawas (refresh). “Tujuannya membangun manajemen koperasi yang baik menuju tata laksana koperasi yang baik (good cooperative governance),” ungkapnya.

Menurut Anung, kunci sukses koperasi adalah pada pemahaman dan penanaman jatidiri koperasi untuk mewujudkan azas kekeluargaan dan gotong royong pada koperasi. Namun koperasi juga harus tetap mengikuti perkembangan era ekonomi kompetitif revolusi industri 4.0 dengan mulai melaksanakan sistem kepranataan yang lebih modern dan inovatif terhadap tata laksana dan pelayanan koperasi.

“Untuk mampu bersaing di era ekonomi kompetitif, koperasi harus sehat, tangguh dan mandiri. Untuk mewujudkannya, koperasi harus memiliki tata laksana koperasi yang baik (good cooperative governance),” jelasnya.

Lebih lanjut Anung menerangkan dengan kepatuhan terhadap peraturan-peraturan tentang perkoperasian yang berlaku dan mengikat terhadap tata laksana koperasi. Tata laksana koperasi itu sendiri meliputi aspek organisasi, usaha dan keuangan. Untuk menjadi koperasi yang sehat dan mandiri, koperasi harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat keuangan.

“Melalui reformasi dan pembaharuan sistem kepranataan manajemen tata kelola koperasi. Dengan demikian, sekarang saatnya mengubah paradigma dalam dunia koperasi di Kabupaten Probolinggo. Untuk mewujudkan koperasi menjadi badan usaha yang modern, berkualitas serta berdaya saing,” pungkasnya. (hed)

cww trust seal