Thursday, July 29, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pelatihan Handycraft Limbah Plastik

Pemkab Berikan Pelatihan Handycraft Limbah Plastik

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pelatihan handycraft limbah plastik di Pantai Bohay Desa Bhinor Kecamatan Paiton, Selasa dan Rabu (10-11/3/2020).

Pelatihan yang didanai dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2020 ini diikuti oleh 25 orang pelaku usaha dari Bank Sampah di Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang pembuatan tempat tissue dan tas dari limbah gelas air mineral oleh narasumber Katarina Suhendar Triningrum dari UD Srikandi Kota Probolinggo.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Camat Paiton Sukarno dan Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Zulkarnain.

Camat Paiton Sukarno mengungkapkan pelatihan handycraft limbah plastik ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi sampah plastik. Sebab sampah plastik menjadi ancaman global. Penumpukan sampah plastik saat ini banyak dijumpai di pesisir dan menjadi penyebab penyempitan aliran sungai sehingga berdampak signifikan terhadap lingkungan hidup.

“Sampah plastik ini menjadi persoalan besar dan kalau dibiarkan akan mengancam kondisi kehidupan kita. Perlu ada partisipasi dari masyarakat untuk peduli kepada lingkungan dengan memanfaatkan limbah plastik agar dikelola supaya memiliki nilai ekonomis dan menambah pendapatan kepada masyarakat. Harapannya pelatihan handycraft ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini dimaksudkan sebagai peningkatan kualitas produk bagi wirausaha baru seiring dengan mudahnya bahan dalam memperolehnya dan membuka pola pikir masyarakat untuk dapat lebih memanfaatkan potensi ekonomi sebagai langkah untuk meningkatkan usahanya.

“Disamping itu memotivasi pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan kreatifitas untuk membentuk jiwa entrepreneur agar menciptakan produk-produk khas dari Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Anung, dengan perkembangan zaman yang mengakibatkan manusia terus berkembang dan menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkompeten di bidangnya. Saat ini peluang mendapatkan pekerjaan sangatlah tidak mudah karena semakin banyaknya persaingan para pencari pekerja.

“Salah satu solusi yang ada adalah dengan menjadi wirausaha baru dengan menggunakan kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki untuk mendaur sampah menjadi barang yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan serta memiliki nilai jual yang dapat menjadikan penghasilan sehari-hari,” jelasnya.

Melalui kegiatan pelatihan handycraft limbah plastik ini Anung mengharapkan dapat mengasah ketrampilan dan jiwa seni masyarakat sehingga produk yang dibuat menarik perhatian konsumen. Selain mengasah dan meningkatkan ketrampilan dalam mendaur ulang. Alangkah baiknya jika pelaku usaha limbah plastik juga kreatif dalam memasarkan dan membangun relasi. Salah satu yang menjadi nilai positif dari daur ulang sampah ini adalah memberikan kreatifitas dan menghasilkan produk yang berkualitas.

“Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi pelaku usaha limbah plastik untuk meningkatkan kualitas produknya. Setelah pelatihan ini sudah mempunyai wawasan dan cara pandang yang luas baik dalam segi manajemennya dalam menjalankan usahanya,” harapnya. (wan)

cww trust seal