Depan > Kemasyarakatan > Pelaku Usaha Mikro Dilatih Laporan Akuntansi

Pelaku Usaha Mikro Dilatih Laporan Akuntansi

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Sebanyak 35 pelaku usaha mikro yang ada di wilayah timur Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan laporan akuntansi dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo, Selasa hingga Kamis (23-25/11/2021).

Kegiatan yang digelar di Pantai Bohay Desa Binor Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Dosen Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang Fauzan Muttaqien dan Ketua Forum UKM Jawa Timur Nico Trisno Prahoro.

Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Zulkarnain mengungkapkan pelatihan laporan akuntansi keuangan bagi usaha mikro ini bertujuan untuk memperjelas rencana keuangan bagi pelaku usaha mikro.

“Selain itu, mengendalikan saat terjadi perubahan, menghindari kesalahan penggunaan dana usaha dan pribadi, menyimpan keuangan, melakukan pengawasan atas biaya, menetapkan kebijaksanaan harga serta meramalkan rencana laba yang akan datang,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan pembukuan atau laporan keuangan usaha merupakan alat untuk mengetahui kesehatan usaha yang dijalankan dan untuk melihat kelayakan dan dasar pemberian kepercayaan kepada konsumen. Kesehatan usaha yang baik pasti memiliki manajemen keuangan yang tertib dan teratur disertai dengan disiplin dari pelaku UMKM. Transaksi keuangan bisnis, mengontrol dan mengawasi arus kas bisnis.

“Manfaat yang bisa diharapkan dari manajemen pengelolaan keuangan yang praktis bagi pelaku usaha mikro. Bagi pelaku usaha mikro harus diupgrade terlebih tentang manajemen usaha keuangan. Tantangan ke depan akan semakin kompleks dan pelaku usaha mikro dituntut untuk dapat menguasai dan memahami laporan akuntansi usaha, pengembangan produk hingga identifikasi pasar dan komunikasi pelanggan,” katanya.

Menurut Anung, dalam menjalankan suatu bisnis, keuangan adalah ujung tombak suatu usaha. Oleh karena itu, pengelolaan uang, biaya dan anggaran yang bijak menjadi hal yang sangat penting demi kelangsungan suatu usaha. Jika uang tidak dikelola dengan cermat, pemasukan dan pengeluaran tidak akan terkontrol dengan baik, sehingga bisa mengakibatkan kebangkrutan.

“Manajemen keuangan penting dipelajari bagi pelaku usaha mikro yang ingin menggunakan uangnya seefektif dan seefisien mungkin. Karena setiap pergerakan dalam bisnis selalu ditinjau dari segi finansial. Manajemen pengelolaan keuangan sangat menentukan langkah kedepan yang harus diambil oleh para pelaku usaha mikro,” jelasnya.

Anung menerangkan pelatihan laporan akuntansi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia UMKM di Kabupaten Probolinggo. “Harapannya pelaku usaha terlatih dalam pembukuan dan penyusunan laporan keuangan, dapat mengerti, memahami serta dapat menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang sehat dan handal sehingga mampu mengembangkan usaha yang dikelolanya dan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha,” pungkasnya. (wan)

https://probolinggokab.go.id/wp-content/uploads/2019/01/slotmaxwin/ https://bali.bawaslu.go.id/assets/artikel/slotgacormaxwin/ https://slot.papuabaratprov.go.id slot