Tuesday, October 19, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pelaksana Gugus Tugas PP COVID-19 Monitoring Posko Check Point dan Karantina Desa Tanjung

Pelaksana Gugus Tugas PP COVID-19 Monitoring Posko Check Point dan Karantina Desa Tanjung

Reporter : Hendra Trisianto
PAJARAKAN – Keberadaan check point dan posko karantina bagi para pemudik yang ada di level kecamatan dan desa terbukti sangat efektif dalam mencegah meluasnya penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Probolinggo.

Oleh karenanya, Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo menghimbau kepada seluruh posko check point dan posko karantina pemudik agar lebih serius melaksanakan dan menegakkan aturan-aturan check point maupun karantina baik tingkat kecamatan maupun desa.

Beberapa hal yang dilakukan oleh Pelaksana Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo diantaranya adalah dengan melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi secara berkala pada posko check point dan posko karantina yang telah berjalan.

“Posko check point dan posko karantina pemudik pada tingkat kecamatan dan desa merupakan benteng terakhir untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Kami sangat mengapresiasi para relawan yang tetap semangat sampai detik ini,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian, saat melakukan monitoring posko check point dan karantina pemudik di Desa Tanjung Kecamatan Pajarakan, Selasa (28/4/2020) pagi.

Yulius sangat mengapresiasi langkah-langkah yang sebelumnya dilakukan oleh pemerintah desa bersama Satgas setempat dengan memberikan pemahaman kepada warga masyarakat tentang bagaimana virus korona menyebar. Sehingga peran dan partisipasi masyarakat sangat membantu dalam pelaksanaan check point dan karantina.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Tanjung Muhammad Fathurrahman mengemukakan, bahwa posko karantina di wilayahnya relatif aman dan terkendali. Selain pihaknya berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi para pemudik, masyarakat juga secara aktif turut mengawasi kedisiplinan para pemudik agar mematuhi protokol kesehatan dan tetap berada di karantina sampai selesai.

“Alhamdulillah mereka secara sadar melaporkan dirinya kepada kami sebelum mudik, termasuk keluarganya dan RT/RW juga secara aktif melaporkan kepada kami jika ada warga yang pulang dari luar kota. Bahkan ada yang sempat kabur dari karantina, tetapi keluarganya tidak menerimanya sampai masa karantina selesai,” ungkapnya.

Hal ini dibenarkan oleh Andrik Winianto (35) salah satu pemudik yang di karantina, dimana sebelumnya hampir 2,5 tahun berpisah dengan keluarga karena harus bekerja di luar kota. Rasa rindu memaksanya untuk kabur dari karantina untuk menemui keluarganya, namun sebaliknya istri dan keluarganya menolak untuk menerimanya sampai selesai masa karantina.

“Terutama istri saya yang sangat keras menolak saya, karena tidak tahu harus kemana lagi akhirnya saya kembali lagi menjalani karantina sampai saat ini. Insya Allah besok pagi sudah boleh pulang karena sudah 14 hari dan saya dalam kondisi sehat,” pungkasnya. (dra)