Monday, April 12, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Paguyuban Inseminator Bahas Rencana Launching Klinik Hewan dan Apotik Keswan

Paguyuban Inseminator Bahas Rencana Launching Klinik Hewan dan Apotik Keswan

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Paguyuban Inseminator Spermania Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi di ruang pertemuan Klinik Hewan UPT Kesehatan Hewan (Keswan), Rabu (3/3/2021).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi ini diikuti oleh 77 orang petugas lapangan inseminator dan 4 orang dari Kantor DPKH Kabupaten Probolinggo. Agenda yang dibahas diantaranya SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri), wilayah binaan, target dalam hal pelayanan, rencana launching Klinik Hewan dan Apotik Keswan.

Dalam kesempatan tersebut, Paguyuban Inseminator Spermania DPKH Kabupaten Probolinggo juga menyerahkan santunan kepada 6 (enam) orang anak yatim piatu yang masing-masing mendapatkan uang sebesar Rp 150.000.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan hal-hal yang berhubungan dengan petugas lapangan yang bertugas sebagai pelayan peternak. Yakni, Inseminasi Buatan, PKb dan PKl dalam rangka pelayanan pada ternak.

“Ini perlu saya mantapkan tentang wilayah binaannya supaya tidak ada kecemburuan diantara sesama inseminator dalam rangka merebut pasiennya. Jadi ini dalam rangka pemantapan tentang wilayah binaannya,” katanya.

Menurut Yahyadi, sehubungan dengan kegiatan SIKOMANDAN dari pusat, tentunya itu ada target. Dimana target itu disesuaikan dengan potensi yang ada dan secara porporsional. “Saya minta kepada petugas yang ada di UPT sebagai Kepala UPT Keswan untuk membreakdown target-target itu sesuai dengan potensi populasi ternak dan secara porporsional,” jelasnya.

Yahyadi menegaskan saat ini pihaknya mempunyai Klinik Hewan yang pada tahun 2022 akan ditarget PAD (Pendapatan Asli Daerah) oleh Pemerintah Daerah. “Sebagai pimpinan pihaknya mengaku siap untuk melaksanakan tugas yang berat ini sebagai mana Klinik Hewan harus sudah menyumbang PAD,” terangnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut jelas Yahyadi, langkah awal adalah memantapkan apa-apa yang tentunya kurang di Klinik Hewan dalam rangka PAD tahun 2022. “Tahun 2021 ini, mudah-mudahan recofusing tidak sampai pada kebutuhan klinik ini. Saya cuma butuh AC, kalau AC ini semuanya masuk, maka alat-alat yang sebagian ada di klinik barat saya pindah dan siap untuk dilaunching,” tegasnya.

Hanya saja sebelum dilaunching tambah Yahyadi, pihaknya membutuhkan sebuah Apotik Hewan. Ternyata keinginan tersebut disetujui oleh para Paguyuban Inseminator. Dengan demikian, apotik itu ditangani oleh petugas inseminator sendiri.

“Dengan paguyuban yang menangani, maka obat dan sebagainya yang dibutuhkan oleh inseminator akan terdeteksi sedini mungkin. Mudah-mudahan Allah meridhoi apa yang kita niatin ini, sehingga dalam hal pelayanan terhadap para peternak di Kabupaten Probolinggo terpenuhi dan tidak ada kendala apapun,” harapnya. (wan)

cww trust seal