Sunday, September 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Ongkek Hasil Bumi, Tradisi Masyarakat Tengger Dalam Perayaan Yadnya Kasada

Ongkek Hasil Bumi, Tradisi Masyarakat Tengger Dalam Perayaan Yadnya Kasada

Reporter : Mujiono
SUKAPURA – Ongkek adalah suatu sesaji yang digunakan untuk serangkaian upacara Yadnya Kasada yang dilaksanakan oleh masyarakat Tengger. Salah satunya yang dilakukan masyarakat Tengger yang berada di wilayah Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo pada ritual Yadnya Kasada setiap tanggal 14 atau bulan purnama Mangsa Ashada (Kasada).

Jelang ritual Yadnya Kasada, Jum’at (25/6/2021) malam, salah satu warga Dusun Ngadisari Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura telah mempersiapkan ongkek yang berisikan hasil bumi yang nantinya dibawa ke Pura Luhur Poten kaki Gunung Bromo untuk dilakukan upacara dan doa bersama berlanjut dengan pelaksanaan ritual larung sesaji di kawah Gunung Bromo.

Upacara Yadnya Kasada merupakan sebuah ritual peringatan akan perjuangan nenek moyang masyarakat Tengger yang telah membangun dan melindungi hidup. Pembuatan ongkek ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan yang ada aturannya dan harus ditaati.

Tokoh Masyarakat Tengger Supoyo mengatakan ongkek yang berisikan hasil bumi berupa pisang, jagung, kelapa, singkong, cabai, ubi, wortel, kentang dan makanan lain merupakan sebuah persembahan masyarakat Tengger yang dilarungkan ke tengah kawah dari bibir kawah Bromo pada setiap ritual Yadnya Kasada sebagai ungkapan syukur. Dan sekaligus mengenang riwayat leluhur mereka yakni Joko Seger dan Roro Anteng.

“Bagian bagian dari ongkek agar menjadi kokoh dan juga sebagai tiang penyangganya adalah berasal dari bamboo. Hasil bumi di daerah Tengger dirangkai dan ditata sebaik mungkin. Tentunya yang berkesempatan membawa ongkek dengan bermacam-macam hasil bumi ini untuk dilarung ke kawah Gunung Bromo manakala di wilayah desa tersebut harus benar-benar bersih. Artinya tidak ada musibah atau warga yang meninggal dunia menjelang Yadnya Kasada,” katanya.

Menurut Supoyo, tradisi persembahan ongkek yang terbuat sederhana pada perayaan Yadnya Kasada memiliki nilai-nilai spiritual yang luar biasa, sebagaimana yang dirasakan masyarakat umat Hindu.

“Untuk perayaan Yadnya Kasada 1943 Saka tahun 2021 di Desa Ngadisari yang berada di Dusun Ngadisari dan Dusun Wonosari tidak ada halangan atau warga yang meninggal dunia dan berkesempatan menyuguhkan ongkek. Masing-masing dusun menyuguhkan dua ongkek,” pungkasnya. (y0n)