Kamis, Februari 21, 2019
Beranda > Kesehatan > Waspada DBD, Dinkes Himbau ASN Terapkan PSN 3M Plus

Waspada DBD, Dinkes Himbau ASN Terapkan PSN 3M Plus

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN
– Memasuki musim penghujan, masyarakat di Kabupaten Probolinggo harus waspada terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini dikarenakan kasus DBD ini cenderung mengalami peningkatan. Hingga Kamis (7/2/2019) sore, sudah terjadi 101 kasus DBD dengan 1 (satu) orang meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto saat memimpin apel pagi ASN di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo di Kota Kraksaan, Jum’at (8/2/2019) pagi.

“Saat ini perkembangan DBD sudah mengalami kecenderungan terus meningkat. Masyarakat harus selalu waspada akan ancaman DBD,” katanya di hadapan ratusan ASN Pemkab Probolinggo.

Lebih lanjut Anang mengimbau masyarakat, terutama pada ASN agar berhati-hati karena nyamuk Aedes Aegypti biasa menggigit pada pagi hari pukul 08.00-10.00 dan sore pukul 15.00-17.00. Perkembangan nyamuk Aedes Aegypti semakin meningkat karena faktor cuaca.

“Faktor perubahan cuaca yang saat ini sedang terjadi membuat perkembangan nyamuk Aedes Aegypti mengalami peningkatan. Terlebih meningkatnya kasus DBD ini dikarenakan siklus cuaca 3 (tiga) tahunan yang sedang terjadi,” jelasnya.

Menyikapi meningkatnya kasus DBD di Kabupaten Probolinggo, Anang menghimbau masyarakat, khususnya para ASN untuk menerapkan dan menggalakkan program PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di dalam dan di luar rumah dengan cara 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) Plus.

“Kegiatan 3M dilakukan dengan menguras dan menyikat bak mandi secara rutin supaya tidak ada jentik nyamuk, menutup rapat penampungan air serta mengubur barang-barang yang sudah tidak terpakai. Sementara kegiatan Plus meliputi memakai obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, penggunaan larvasida, menggunakan kelambu, memakai baju lengan panjang dan celana panjang, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidak menggantung pakaian di luar lemari serta menjaga ruangan tidak gelap dan lembab,” tegasnya.

Menurut Anang, DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Gejalanya suhu badan sangat tinggi dan tidak turun meskipun sudah minum obat. Kemudian tiba-tiba turun pada hari keempat. Disertai sakit kepala, mual/muntah, bintik-bintik merah di kulit dan mimisan.

“Jika ada tanda-tanda ini segera periksa ke pusat layanana kesehatan terdekat. Jangan sepelekan kesehatan dan tidak ada salahnya untuk periksa. Karena gejala DBD ini sulit diduga. Terlebih jika badan panas tiba-tiba tanpa ada sebab yang jelas. Marilah bersama-sama gencarkan PSN 3M Plus di lingkungan masing-masing untuk mencegah DBD,” pungkasnya.

Apel pagi bersama ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, para staf ahli, asisten dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo. (wan)