Jumat, Agustus 17, 2018
Beranda > Pendidikan > Turunkan Kenakalan Remaja Lewat Dialog Ilmiah

Turunkan Kenakalan Remaja Lewat Dialog Ilmiah

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK Dalam rangka menurunkan kenakalan remaja, Koordinator Desa Jambangan Kecamatan Besuk Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa STIH Zainul Hasan (Zaha) Genggong bersama Forkopimka Besuk mengadakan dialog ilmiah dengan tema Kenakalan Remaja dan Implikasi Hukumnya, Senin (5/2/2018).

Dialog ilmiah ini dihadiri oleh Camat Besuk Teguh Prihantoro, Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo, Pj Kepala Desa Jambangan Munip, Babinsa, Bhabinkamtibmas, mahasiswa KKL STIH Zaha, kader desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat desa di Kecamatan Besuk.

Camat Besuk Teguh Prihantoro mengatakan ada beberapa hal yang menjadi faktor kenakalan remaja yang berasal dari keluarga. Salah satunya kurangnya perhatian dari keluarga membuat anak menjadi lepas kendali dalam pergaulan.

“Faktor terpenting yang membuat remaja mudah terjerumus pada pergaulan bebas karena kurangnya ilmu agama yang membentengi pikiran dan jiwa anak. Oleh karena itu, pendidikan dasar agama pada anak sangat diperlukan dalam kehidupan si anak. Karena berhasil atau tidaknya anak kembali lagi pada keluarga,” katanya.

Menurut Teguh, saat ini banyak sekali kejadian seorang remaja kedapatan sedang merokok, minum-minuman keras sampai seks bebas dilakukan tanpa rasa bersalah. Semua ini terjadi karena tidak adanya pengawasan dari orang tua atau kurangnya perhatian dari orang tua. “Banyak faktor yang membuat remaja akhirnya salah pergaulan hingga mengarah kepada hal-hal yang negatif,” tegasnya.

Sementara Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo mengharapkan agar forum seperti ini perlu terus dihidupkan di desa bersama pihak-pihak terkait sebagai wadah diskusi untuk mencari solusi dan mendeteksi dini munculnya kenakalan remaja dari skala kecil.

“Bilamana Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, pendidik dan aparat desa bekerja sama dengan intensif, maka akan mengurangi ruang-ruang gerak kenakalan remaja yang sdh meresahkan dan mengkhawatirkan,” katanya.

Menurut Massajo, hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja diantaranya kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik dan berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.

“Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan mendapatkan keteladanan. Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif dan nyaman bagi remaja. Serta pandai memilih teman dan lingkungan yang baik,” pungkasnya. (wan)