Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Kesehatan > TP PKK Pantau Pelaksanaan Pemeriksaan IVA

TP PKK Pantau Pelaksanaan Pemeriksaan IVA

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Kelompok Kerja (Pokja) IV Tim Penggerak PKK Kabupatwn Probolinggo melakukan pemantauan pelaksanaan pemeriksaan IVA (Inspekulo Visual Acetat). Pemantauan ini dipimpin oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko pada 3 (tiga) puskesmas di Kabupaten Probolinggo.

Ketiga puskesmas tersebut diantaranya Puskesmas Maron (2/10/2018), Puskesmas Sumberasih (3/10/2018) dan Puskesmas Dringu (8/10/2018). Selain TP PKK Kabupaten Probolinggo, pemantauan ini juga melibatkan lintas sektor terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo.

Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Probolinggo Ny Yayuk Shodiq mengungkapkan mengajak masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk bersama-sama mencegah terjadinya kanker serviks secara dini. Sasarannya adalah masyarakat yang mau memeriksaan diri supaya bisa mencegah terjadinya penyakit kanker serviks.

“Untuk mencari peserta pemeriksaan IVA ini kami memberikan sosialisasi kepada para pengurus TP PKK Kecamatan. Selanjutnya mereka meneruskannya kepada para pengurus TP PKK Desa di wilayahnya. Kemudian PKK Desa menyampaikan informasi tersebut kepada para kader untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu mencegah terjadinya kanker serviks secara dini pada kaum perempuan,” katanya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko mengungkapkan kanker menjadi masalah kesehatan yang serius terutama di negara berkembang seperti Indonesia, karena kanker merupakan penyebab utama kematian salah satunya adalah kanker serviks. Kanker serviks merupakan beban masalah serius pada kesehatan reproduksi perempuan di seluruh dunia, meskipun faktanya hal tersebut dapat dicegah dan dideteksi.

“Kanker serviks adalah tumor ganas yang menyerang pada leher rahim dan bisa menyerang organ-organ sekitar dan menyebabkan kematian. Kasus kanker serviks sering terjadi pada perempuan yang telah menikah yang berusia antara 35 sampai 55 tahun. Salah satu cara deteksi dini atau skrening yang paling mudah dan murah yaitu pemeriksaan metode IVA (Inspekulo Visual Acetat),” ungkapnya.

Istri Wakil Bupati Probolinggo ini menerangkan di Kabupaten Probolinggo kaum perempuan masih menganggap hal yang tabu apabila memperlihatkan aurat pada orang lain. Padahal diketahui sasaran di Kabupaten Probolinggo tahun 2018 sebanyak 18.534 wanita pasangan usia subur sedangkan yang telah dideteksi sampai bulan September sebesar 2.019 (10,9%) masih jauh dibawah target.

“Oleh karena itu Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, khususnya Pokja IV bekerja sama dengan sektor terkait mengadakan pemantauan pelaksanaan IVA dan penyuluhan dengan tujuan mengajak dan menyebarluaskan pentingnya skrening kanker secara lebih dini pada kaum perempuan,” pungkasnya. (wan)