Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Pendidikan > Tingkatkan Layanan Pendidikan, Integrasikan Kegiatan Pos PAUD dan Posyandu

Tingkatkan Layanan Pendidikan, Integrasikan Kegiatan Pos PAUD dan Posyandu

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – Dalam rangka meningkatkan layanan pendidikan kepada masyarakat, Pemerintah Kecamatan Besuk bersama Puskesmas Besuk dan PKBM Insan Cendekia Kecamatan Besuk melakukan pembinaan gabungan berupa layanan Pos PAUD dan posyandu terintegrasi di Desa Besuk Agung Kecamatan Besuk, Kamis (11/10/2018).

Kegiatan yang diikuti oleh 21 Baduta (Bawah Dua Tahun) ini dihadiri oleh perwakilan petugas medis puskesmas, bidan, perawat bersama Bunda Pos PAUD. Selain bermain dengan didampingi para Bunda Pos PAUD, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo mengungkapkan sebelum ada Pos PAUD, biasanya para balita dan orang tuanya datang pada saat petugas puskesmas dan para kader posyandu sudah siap melayani. Sederhananya, balita datang lalu ditimbang dicatat diberi PMT lalu bergegas pulang tanpa mengikuti kegiatan-kegiatan penting penyuluhan di meja 4 (empat).

“Nah, setelah adanya Pos PAUD, ada banyak perubahan dan manfaat diantaranya justru para baduta dan orang tuanya datang lebih awal sambil bermain riang gembira dan rapi. Selain itu, penyuluhan dan penyampaian informasi baik dari puskesmas, kecamatan, desa dan PKBM lebih efektif dan diperhatikan oleh para orang tua dan baduta/balitanya,” ungkapnya.

Kondisi ini sangat efektif dirasakan oleh Penilik Diktara Kecamatan Besuk agar koordinasi dan saling mengisi diantara lintas sektor dan instansi terkait, sehingga efektifitas dan efisiensi waktu, tenaga dan biaya akan lebih produktif dan berkinerja tinggi. Diharapkan kepala desa dapatnya memperhatikan dan menganggarkan untuk kepentingan tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun.

“Sinergikan program dengan lintas sektor terkait seperti Pos PAUD agar kepala desa, puskesmas, Kasi Kesra Kecamatan, Penilik diktara dan satuan PKBM duduk bersama dan membahas program kegiatan dan anggaran yang bisa dipadukan. Semua kegiatan yang ada di tingkat kecamatan harus sejalan dengan visi dan misi Ibu Bupati Probolinggo yang tertuang dalam NAWA HATI,” tegasnya.

Massajo menambahkan layanan pendidikan non formal merupakan layanan pendidikan yang bersentuhan lansung dengan masyarakat, seperti Pos PAUD, pendidikan kesetaraan, keaksaraan, Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK), Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH), Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M) dan lain sebagainya.

“Peran dan fasilitasi Camat, Kepala Desa, puskesmas, PLKB dan lintas sektor lainnya sangat diharapkan dukungannya agar dapat meningkatkan capaian angka partisipasi pendidikan melalui angka rata-rata lama sekolah dan angka harapan sekolah. Endingnya dapat meningkatkan capaian IPM di Kecamatan Besuk berdasarkan pada SPM Pendidikan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 tahun 2018,” pungkasnya. (wan)