Rabu, September 19, 2018
Beranda > Kesehatan > Temu Bocah, Ciptakan Anak Indonesia Anak Genius

Temu Bocah, Ciptakan Anak Indonesia Anak Genius

Reporter : Mujiono
DRINGU – Untuk menjembatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan anak-anak di Kabupaten Probolinggo, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo menyelenggarakan acara Temu Bocah di Ruang Pertemuan Tengger eks Kantor Bupati Probolinggo di Dringu, Selasa (10/7/2018).

Kegiatan Temu Bocah Anak Indonesia Anak Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat) digelar bertepatan menyambut Hari Anak Nasional 2018 melibatkan forum anak Kabupaten Probolinggo sebagai pelopor dan pelajar dari beberapa sekolah di Kabupaten Probolinggo, Tiap sekolah setingkat SMP dan SMA mengirimkan 2 (dua) orang siswa/siswi sebagai perwakilan sekolahnya.

Disela sela acara tersebut, Plt. Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Achmad Arief menuliskan pesan dan kesan motivasi untuk Forum Anak Kabupaten Probolinggo didampingi Kepala Dinas PPKB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelianto dan ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Probolinggo Rusdiono.

Kegiatan Temu Bocah ini juga untuk mendukung Kabupaten Probolinggo Layak Anak. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui DPPKB berupaya memfasilitasi aspirasi anak agar mereka mampu berkreatifitas dan menuangkan segala aktivitas positifnya.

Kepala Dinas PPKB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelianto menyampaikan anak merupakan faktor utama dan memiliki pengaruh yang besar terhadap jalannya pembangunan. Anak – anak yang memiliki peran menjadi pelopor maupun pelapor dan juga sebagai kader temu bocah agar turut menggelorakan kegiatan ini lebih luas hinggs ke berbagai pelosok Kabupaten Probolinggo.

Dijelaskan Anang, sebagai agen perubahan Forum Anak diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai pelopor yang berarti menjadi agen perubahan yang terlibat aktif memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif. “Sementara sebagai Pelapor berarti terlibat aktif menyampaikan pendapat/pandangan ketika mengalami atau merasakan tidak terpenuhinya hak perlindungan anak dilingkungan,” ujarnya.

Plt. Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Achmad Arief menjelaskan, dalam siklus kehidupan manusia, masa anak-anak merupakan fase pada saat manusia mengalami tumbuh kembang dan menentukan masa depannya.” Anak tidak bisa dipisahkan dari keberlangsungan hidup manusia, bangsa dan negara,” terangnya.

Sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 yang menyatakan bahwa negara menjamin setiap anak berhak atas keberlangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi. Oleh karena itu, Forum Anak sebagai wadah partipasi anak dibentuk secara berjenjang dari tingkat Nasional hingga tingkat desa/kelurahan.(y0n)