Beranda > Pendidikan > Tahun 2018, Perpustakaan Daerah Dikunjungi 26.946 Orang

Tahun 2018, Perpustakaan Daerah Dikunjungi 26.946 Orang

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN
– Hingga akhir tahun 2018, pengunjung perpustakaan daerah (perpusda) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo meningkat signifikan dibandingkan tahun 2017. Sejak Januari hingga Desember 2018, perpustakaan daerah sudah dikunjungi 26.946 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2017 dalam rentan waktu yang sama. Dimana pengunjungnya hanya 24.700 orang.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Wiwit Suryaningsih. Menurutnya, tahun ini pihaknya menargetkan jumlah pengunjung perpustakaan sebesar 24.000 orang. “Dengan jumlah 26.946 orang pengunjung perpustakaan daerah, berarti capaiannya sebesar 112% dari target 24.000 orang pengunjung,” katanya.

Menurut Wiwit, para pengunjung perpustakaan banyak didominasi oleh kalangan pelajar sebanyak 16.955 orang atau 63%. Disusul mahasiswa sebanyak 3.122 orang atau 12%, PNS sebanyak 1.345 orang atau 5% dan swasta sebanyak 5.524 orang atau 20%.

“Buku-buku yang paling banyak dicari adalah buku-buku fiksi seperti novel dan cerpen. Kemudian disusul buku-buku agama dan buku teknologi terapan di urutan ketiga,” jelasnya.

Hingga saat ini jelas Wiwit, perpustakaan daerah Dispersip memiliki koleksi 53.833 eksemplar buku dengan 32.994 judul buku. “Buku-buku ini tertata rapi di ruang baca perpustakaan daerah maupun perpustakaan keliling yang setiap saat berkunjung kepada masyarakat, baik lingkungan sekolah maupun desa,” terangnya.

Selain jumlah pengunjung di perpustakaan daerah, mulai pertengahan Nopember 2018 lalu Dispersip juga sudah memiliki layanan perpustakaan digital yang bisa diakses oleh masyarakat. Dari target 1.000 user hingga akhir tahun 2018, jumlah user yang memanfaatkan aplikasi tersebut mencapai 1.105 user.

“Untuk tahun 2019, jumlah pengunjung perpustakaan daerah kami target sebesar 26.000 orang. Sementara untuk layanan perpustakaan digitalnya, kami memasang target sebanyak 2.000 user,” kata Pustakawan Dispersip Kabupaten Probolinggo Hesthiyono Suko Adhi.

Menurut Hesthi, tahun 2019 ada program inovasi yang akan dilakukan Dispersip Kabupaten Probolinggo untuk mendongkrak tingkat kunjungan dan literasi masyarakat. Seperti sosialisasi perpustakaan digital kepada masyarakat baik lingkungan pendidikan maupun desa.

“Kami akan kerja sama dengan pihak pengembang perpustakaan digital. Nantinya pihak pengembang akan memberikan hibah dengan strategi pengunjung perpustakaan digital bisa meningkat,” tegasnya.

Selain itu juga akan melakukan replikasi perpustakaan desa (perpusdes) pada 10 desa di Kabupaten Probolinggo. “Serta program Dolanan (Dongeng Keliling Anak). Nantinya akan ada kegiatan mendongeng sesuai dengan kapasitas masing-masing. Rencananya dalam sebulan akan ada 1 hingga 2 kali kunjungan saja. Harapannya anak-anak yang dikunjungi bisa senang dengan program Dolanan ini,” pungkasnya. (wan)