Rabu, September 19, 2018
Beranda > Pendidikan > SKB Kraksaan Gelar Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Bagi Pendidik PAUD

SKB Kraksaan Gelar Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Bagi Pendidik PAUD

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mendapatkan alokasi anggaran dana APBN dari Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) berjenjang tingkat dasar bagi pendidik PAUD atau diklat guru pendamping muda di Kabupaten Probolinggo.

Tahun ini Kabupaten Probolinggo mendapatkan kuota sebanyak 7 (tujuh) angkatan yang masing-masing diikuti oleh 40 orang peserta. Demi efisiensi dan efektifnya pelaksanaan diklat ini, maka pelaksananya dilakukan oleh 3 (tiga) instansi. Yakni, wilayah barat 2 (dua) angkatan oleh Himpaudi Kabupaten Probolinggo, wilayah tengah 2 (dua) angkatan oleh TK Negeri Pembina dan wilayah timur 3 (tiga) angkatan oleh SKB Kraksaan.

Senin hingga Sabtu (10-15/9/2018), SKB Kraksaan menggelar diklat berjenjang dasar bagi pendidik PAUD angkatan 3. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina ini diikuti oleh 40 orang peserta dari Kecamatan Kotaanyar, Paiton, Pakuniran, Besuk, Kraksaan, Pajarakan, Krejengan dan Gading.

Selama kegiatan, para pendidik PAUD ini mendapatkan beberapa materi meliputi kebijakan GTK PAUD, konsep dasar PAUD, perkembangan anak, pengenalan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), cara belajar anak usia dini, perencanaan pembelajaran, penilaian perkembangan anak, kesehatan dan gizi anak usia dini, komunikasi dalam pengasuhan serta etika dan karakter pendidik PAUD.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan diklat berjenjang dasar bagi pendidik PAUD angkatan 3 oleh SKB Kraksaan merupakan diklat terakhir dari total 7 (tujuh) angkatan. “Alhamdulillah Kabupaten Probolinggo mendapatkan alokasi 7 angkatan dengan total peserta 280 orang pendidik PAUD yang pendidikannya masih SMA,” katanya.

Menurut Dewi, kegiatan ini dilakukan agar pendidik PAUD memiliki kompetensi sebagai pendidik PAUD. Meliputi kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Bagi mereka yang telah memiliki sertifikat diklat dasar dapat mengikuti diklat lanjutan.

“Melalui diklat dasar ini diharapkan para pendidik PAUD semakin memenuhi kompetensinya sebagai pendidik sehingga kita dapat menenuhi standar nasional pendidikan anak usia dini sebagaimana yang diamanatkan dalam Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) RI Nomor 137 tahun 2014,” harapnya.

Sementara Kepala SKB Kraksaan Herry Eko Purnomo mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru-guru PAUD, khususnya yang masih berijazah kualifikasi SMA agar nantinya memperoleh materi pembelajaran tentang PAUD. “Serta untuk meningkatkan kompetensi para pendidik PAUD. Dimana hal ini menjadi salah satu syarat untuk akreditasi lembaga PAUD pendidik bertugas,” ungkapnya.

Menurut Eko, pembelajaran setiap angkatan dalam kegiatan ini sebanyak 48 jam pelajaran. Kemudian dilanjutkan tugas mandiri di lapangan sebanyak 210 jam mata pelajaran. Salah satunya melakukan kunjungan ke desa untuk advokasi agar Dana Desa (DD) bisa dialokasikan ke gugus PAUD yang ada di sekitarnya.

“Mereka juga harus membuat makalah yang harus dikumpulkan setelah 30 hari melakukan tugas di lapangan. Makalah ini dikumpulkan sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat yang ditandatangani oleh Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini pemateri berasal dari Dispendik Kabupaten Probolinggo, Pamong Belajar SKB Kraksaan, Praktisi PAUD, Himpaudi Kabupaten Probolinggo, Pelatih Calon Pelatih (PHP) serta tim pendamping yang dilatih tahun 2018.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para pendidik PAUD ini bisa mengaplikasikan apa yang didapat di lapangan maupun tatap muka ke lembaganya masing-masing. Setidaknya mereka paham konsep dasar PAUD, perkembangan anak, pengenalan ABK, cara belajar anak usia dini, penilaian perkembangan anak, kesehatan dan gizi anak usia dini, komunikasi dalam pengasuhan serta etika dan karakter pendidik PAUD,” pungkasnya. (wan)