Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Kesehatan > RSUD Waluyo Jati Adakan Penambahan Alat Kesehatan

RSUD Waluyo Jati Adakan Penambahan Alat Kesehatan

Reporter : Hendra Trisianto

KRAKSAAN – RSUD Waluyo Djati Kraksaan menambah ketersediaan alat kesehatan (alkes) yang ada dan penambahan gedung rawat inap untuk mendukung layanan kepada masyarakat. Pengadaan alat Kesehatan (alkes) dan gedung tersebut didapat dari bantuan dana pemerintah Pusat yaitu Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2018.

Menurut Adi Nugroho Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Waluyo Djati Kraksaan sekaligus selaku PPTK pada kegiatan ini mengemukakan bahwa Alat Kesehatan memang sangat perlu di upgrade kemampuannya. Dengan harapan hal ini bisa memenuhi standar rumah sakit sekaligus juga untuk mengikuti perkembangan rumah sakit dalam melayani masyarakat secara prima.

Berikut beberapa jenis alkes yang saat ini sudah ditambahkan RSUD Waluyo Djati Kraksaan dan sudah mulai digunakan untuk pelayanan medis masyarakat.

1. HEPA Filter
Suatu alat yang dipasang/menempel di ruang operasi utk menyaring udara di ruang pembedahan, karena di ruang pembedahan juga diperlukan standar tertentu yang harus di penuhi untuk mencegah terjadinya infeksi saat pasien dilakukan pembedahan.

“Standarnya semua ruang operasi harus memiliki Hepa Filter, sementara dari 6 ruang operasi yang elektif masih dua yang mempunyai Hepa filter. Kedepannya tidak hanya ruang operasi saja, nanti juga untuk ruang emergency dan ruang intensif juga harus ada,” jelas dr Adi Nugroho.

2. Emergency strecher
adalah sama dengan brankar emergency yaitu bed pasien untuk mengangkut pasien saat emergency. Bed pasien ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan pengaturan posisi yang disesuaikan dengan kondisi emergency pasien dan penyakitnya seperti datar, miring, setengah rebah dan sebagainya.

Sehingga perlakuan dan tindakan yang diperlukan bisa sesuai dengan kebutuhan. Penempatan bisa di IGD, ICU dan di tempat lain seperti di ruang OKA, rawat inap yang dirasa membutuhkan bed khusus ini karena kegawat daruratan bisa terjadi di manapun dan kapanpun.

3. Bedside cabinet
Adalah Pendamping dari bed pasien, digunakan utk menyimpan dan menempatkan barang barang bawaan pasien bisa baju dan keperluan pribadi untuk pasien. Ditempatkan di semua ruangan yang ada tempat perawatan. Bisa di ruang rawat inap, ICU dan ruang perawatan lainnya.

3. Mesin Anastesi
Mesin ini berguna utk membantu dokter spesialis Anastesi untuk membantu proses pembiusan pasien sebelum proses operasi dilakukan. Alat ini untuk menjamin pada saat pembedahan/Operasi pasien tidak merasakan kesakitan yang berlebihan.

Alat ini sudah dilengkapi fitur lengkap, mulai dari proses pembiusan sampai untuk mengontrol fungsi nafas dan jantung serta informasi lainnya. sehingga jika ada sesuatu dan indikator tertentu dokter bisa mengambil tindakan sesuai dengan sinyal dan informasi (vital sign pasien) saat dalam proses pembiusan yang diberikan oleh alat ini.

4. Thermometer digital,
Alat pengukur suhu ini bisa digunakan utk mengukur suhu pasien dari jarak tertentu, tidak perlu kontak dengan pasien sehingga lebih cepat dan savety untuk pasien dan petugas medis. Selain untuk mengurangi kemungkinan tingkat penularan penyakit terhadap petugas, juga untuk efektif waktu jika cukup banyak pasien yang harus diperiksa karena tidak perlu menunggu sekian menit untuk mengetahui hasilnya.

Selain penambahan alkes, DBHCHT tahun 2018 ini juga di manfaatkan untuk penambahan gedung ruang perawatan bedah yang juga sangat dibutuhkan pengembangannya, karena saat ini ruang bedah selalu penuh dan overload. (dra)