Sabtu, April 21, 2018
Beranda > Kesehatan > RSUD Tongas Komitmen Turunkan AKI-AKB

RSUD Tongas Komitmen Turunkan AKI-AKB

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas terus berkomitmen menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Demi mewujudkan hal tersebut, RSUD Tongas menggelar dialog interaktif dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dan puskesmas jejaring, Senin (26/3/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh pelaku kesehatan dari puskesmas jejaring dalam rangka membangun komitmen bersama menurunkan AKI dan AKB. Sebagai narasumber hadir dari RSUD Tongas, Dinkes Kabupaten Probolinggo serta Dokter Spesialis Kandungan dan Anak.

Direktur RSUD Tongas drg. Kamaliyah Tjipluk Pudji Lestari mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang sistem rujukan serta bagaimana mengajari manajemen rujukan bidan ibu dan bayi. Sekaligus untuk mencari solusi terbaik demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Sistem rujukan ini bertujuan agar pasien mendapat perawatan sebaik-baiknya serta menjalin kerja sama dengan mengirim pasien ke fasilitas yang lebih lengkap, ” ungkapnya.

Menurut drg. Kamaliyah, kegiatan ini sangat penting agar para pelaku kesehatan ini mampu menjalin komunikasi dan koordinasi bagaimana memberikan rujukan kepada pasien yang benar. Paling tidak sudah memahami, jika ada pasien apa yang harus dilakukan. Terutama pasien yang membutuhkan sistem rujukan, jelasnya.

Melalui kegiatan ini drg. Kamaliyah berharap agar nantinya untuk persalinan rujukan untuk menurunkan AKI dan AKB semua terlaksana sesuai hierarki. Dimana masyarakat miskin harus dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah.

“Ke depan, AKI dan AKB menurun lebih rendah dari standart nasional sehingga SPM meningkat. Kalau dari hulu ditangani dengan baik, nanti otomatis AKI dan AKB menurun. Sehingga bidan desa tahu kondisi ibu hamil (bumil) di lingkungan desanya. Dari bidan desa, puskesmas hingga rumah sakit semua bisa tertangani dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut drg. Kamaliyah menambahkan bahwa program ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Apabila pasien bumil tidak bisa datang, maka pihak RSUD Tongas akan mendatangi wilayah yang tidak terjangkau dengan membawa peralatan medis yang dibutuhkan demi menurunkan AKI dan AKB.

“Kami juga meluncurkan inovasi untuk mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan bayi BBLR dan bayi sakit yang habis rawat inap. Inovasi ini dilakukan untuk mengetahui tumbuh kembang bayi selama setahun,” pungkasnya. (wan)