Kamis, November 15, 2018
Beranda > Kesehatan > Ratusan Bidan Teken Komitmen Deklarasi Tolak Gratifikasi

Ratusan Bidan Teken Komitmen Deklarasi Tolak Gratifikasi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sedikitnya 600 bidan desa yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Probolinggo melakukan penandatanganan (teken) komitmen sebagai bentuk deklarasi menolak gratifikasi. Penandatanganan ini dilaksanakan di sela-sela peringatan HUT ke-72 IBI di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (12/7/2018).

Penandatanganan komitmen tolak gratifikasi rujukan ini dilakukan oleh anggota IBI Cabang Kabupaten Probolinggo yang diwakili oleh IBI Ranting Tongas dan Ketua IBI Cabang Kabupaten Probolinggo Nuryati.

Kegiatan ini disaksikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Pemerintah dan Kesra Kabupaten Probolinggo Achmad Arif, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono serta beberapa perwakilan organisasi profesi di Kabupaten Probolinggo.

Ketua IBI Cabang Kabupaten Probolinggo Nuryati mengatakan dengan kecintaan terhadap profesi bidan, pihaknya mengajak bersama-sama untuk menjaga, merawat dan menumbuhkembangkan IBI menjadi organisasi yang bermartabat sejajar dengan organisasi lain maupun organisasi tingkat dunia.

“Untuk itu hari ini anggota IBI se-Kabupaten Probolinggo berkomitmen menolak gratifikasi dalam rangka mendukung pemerintah untuk menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Sementara Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo Achmad Arif mengungkapkan disamping memberikan pelayanan yang berkualitas pada masyarakat, bidan juga mempunyai etos kerja yang baik sebagai bentuk pertanggungjawaban moril seorang bidan yang salah satunya diwujudkan dengan komitmen menolak gratifikasi.

“Salah satu bentuk gratifikasi adalah menerima fee rujukan dari pihak lain atau rumah sakit. Untuk itu komitmen dari anggota IBI ini saya sangat berharap didukung pihak-pihak yang terkait di Kabupaten Probolinggo dan meningkatkan hubungan kerja tanpa ada ikatan apapun, sehingga bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo betul-betul maksimal, ” pungkasnya. (wan)