Senin, Juli 23, 2018
Beranda > Pemerintahan > Rakor Keamanan Ketertiban dan Sosialisasi Gelar Seni Budaya

Rakor Keamanan Ketertiban dan Sosialisasi Gelar Seni Budaya

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Menjelang pemilihan serentak tahun 2018 di Kabupaten Probolinggo yang aman, damai dan kondusif, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) keamanan ketertiban dan sosialisasi gelar seni budaya di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Rabu (4/4/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh Forkopimka serta Ketua dan Sekretaris PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) se-Kabupaten Probolinggo. Sekaligus kepala desa (kades) dan lurah di Kabupaten Probolinggo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R Tjahjo Widodo, SH, M.Hum, Ketua KPU Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi, Ketua Panwaslu Kabupaten Probolinggo Zaini Gunawan, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi serta perwakilan Polres Probolinggo Kota, Pengadilan Negeri Kraksaan dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, sejumlah Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Syihabuddin Sholeh serta Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Probolinggo KH Idrus Ali.

Ketua KPU Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi tentang kesiapan KPU, Pemerintah Daerah, TNI dan Polri dalam rangka mensukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo pada 27 Juni 2018 mendatang.

“Acara seperti ini sudah 4 kali dilakukan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Kami terilhami dan mengadopsi dengan apa yang dilakukan oleh KPU Provinsi Jawa Timur. Dengan harapan kegiatan ini sambung menyambung secara berantai disampaikan kepada masyarakat tentang kesiapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo,” katanya.

Menurut Zubaidi, selama ini KPU sudah melaksanakan sosialisasi pemilihan umum serentak secara sistematis, masif dan terstruktur. Meskipun masih ada keraguan dari masyarakat karena kurang hingar bingarnya situasi politik di Kabupaten Probolinggo. “Sosialisasi yang dilakukan KPU sudah dilakukan sedemikian rupa. Kami sudah bekerja sama dengan LSM, sekolah dan elemen masyarakat yang lain, ” tegasnya.

Sementara Pj Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, SH. M.Hum menyampaikan bahwa hingga saat suasana di Kabupaten Probolinggo dalam keadaan kondusif dan tentram adem ayem. Harapannya kondisi ini bisa terus terjaga dengan baik berkat dukungan dan kerja sama dari jajaran KPU, Panwaslu, TNI, Polri, tokoh agama serta masyarakat. “Hal inilah yang menjadi penentu berhasilnya pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Probolinggo, ” katanya.

Menurut Tjahjo Widodo, dirinya bertugas di Kabupaten Probolinggo hanya dalam waktu sekitar 6 (enam) bulan saja untuk memfasilitasi bagaimana pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2018 dapat berjalan dengan aman dan lancar.  “Pemilu itu penting dan negeri ini menjadi sorotan dunia.  Pilkada ini akan berjalan dengan tertib, aman dan damai apabila didukung oleh semua pihak, ” jelasnya.

Tjahjo Widodo menerangkan bahwa potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Probolinggo sungguh luar biasa. Kekayaan alamnya sangat luar biasa. Hal inilah yang mengundang ketertarikan investor untuk berinvestasi dan siap membantu di Kabupaten Probolinggo. “Marilah prestasi yang sudah diraih selama ini kita tingkatkan bersama-sama,” tegasnya.

Lebih lanjut Tjahjo Widodo menegaskan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Probolinggo akan terus menjaga netralitasnya sehingga tercipta Pilkada yang benar-benar aman dan lancar.

“Mohon kami untuk selalu diingatkan. Kabupaten Probolinggo hingga saat ini dalam keadaan aman, tentram dan damai.  Sejarah yang indah ini mari kita tampilkan kepada dunia,” terangnya.

Tidak lupa Tjahjo Widodo juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kepada berita-berita palsu (hoax) yang akan memecah belah masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Menciptakan pemilu yang kondusif merupakan bagian dari bela negara. Masyarakat jangan percaya berita hoax. Karena hoax bertujuan untuk mengadu domba. Mohon dukungan semua pihak agar kita semua mampu menciptakan pemilihan umum yang aman, damai, tertib dan sejahtera,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemaparan terkait kesiapan dalam pengamanan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 oleh Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad dan Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan ikrar dan penandatanganan deklarasi Kabupaten Probolinggo Aman dan Damai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo Tahun 2018.

Pada kegiatan ini juga ditampilkan 3 (tiga) buah tari. Yakni, Tari Gebyar Batik oleh siswi SMAN 1 Tongas, Tari Rancak Pandalungan oleh siswi SMAN 1 Leces serta Tari Kembang Mayang oleh Sanggar Tari Rengganis. (wan)